ADVERTISEMENT

Hadapi Ancaman Krisis, Waket MPR Tekankan Pentingnya Nilai Kebangsaan

Erika Dyah - detikNews
Kamis, 09 Jun 2022 16:52 WIB
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Khususnya dalam menjawab tantangan sejumlah krisis yang mungkin terjadi di masa mendatang.

"Sejumlah pakar mengingatkan kita akan potensi sejumlah ancaman krisis di sektor energi, pangan, dan ekonomi negeri ini. Di sisi lain dua tahun mendatang pemilu serentak disepakati untuk digelar," papar Lestari dalam keterangannya, Kamis (9/6/2022).

"Semangat sebagai satu bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan harus terus dibangkitkan untuk menjawab ancaman sejumlah potensi krisis itu," tegasnya.

Ia menjelaskan Laporan IMF bertajuk 'World Economic Outlook: War Sets Bank The Global Recovery' menyebutkan pada 2022 ekonomi dunia diperkirakan hanya mampu tumbuh 3,6%. Angka ini lebih rendah daripada sebelumnya diramal 3,8%. Bahkan, di 2023 diperkirakan akan menjadi lebih buruk karena ekonomi diperkirakan hanya tumbuh 0,2%-0,8%.

Menurutnya, perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia yang relatif rendah ini akan berdampak pada sejumlah sektor di Tanah Air. Apalagi dalam waktu dekat ada ajang kontestasi politik yang rawan memicu krisis bila tidak dikelola dengan baik.

Untuk itu, ia menegaskan setiap anak bangsa perlu memiliki pemahaman yang sama terhadap kesepakatan para pendiri bangsa saat membentuk negara ini. Khususnya dalam upaya menjawab berbagai potensi krisis yang ada.

Ia menambahkan Pancasila sebagai dasar negara merupakan kesepakatan yang sudah final. Hal ini dapat dijadikan sebagai acuan bersikap anak bangsa dalam mengisi kemerdekaan.

Semangat konsisten menghidupkan nilai-nilai kebangsaan, kata dia, juga diharapkan mampu meredam potensi perpecahan dalam ajang kontestasi politik serentak pada 2024 mendatang. Ia berharap semangat anak bangsa dalam mewujudkan cita-cita pendiri bangsa lewat realisasi setiap amanah konstitusi harus terus dijaga konsistensinya.

Lestari berharap dalam menghadapi berbagai krisis setiap anak bangsa dapat mewujudkan selarasnya satu kata dan perbuatan guna menjawab tantangan berupa sejumlah krisis.

(akd/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT