ADVERTISEMENT

Jokowi Jengkel! HGB di Lahan Luas Dipermudah tapi Lahan Kecil Tidak

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Jun 2022 13:40 WIB
Presiden Jokowi. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi (Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa jengkel soal proses sertifikat HGB yang hanya dipermudah bagi pemilik tanah luas. Jokowi meminta persoalan lahan di tanah kecil juga bisa segera diproses.

Jokowi semula menceritakan pada 2015 terkait pentingnya sertifikat tanah. Jokowi tumpang tindih pemanfaatan lahan harus segera dituntaskan.

"Tidak boleh lagi ada sengketa lahan karena setiap saya ke daerah, setiap saya ke desa, setiap saya ke kampung selalu persoalan sengketa lahan, sengketa tanah selalu ada," kata Jokowi dalam acara Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Summit 2022 di Wakatobi, Kamis (9/6/2022).

Jokowi mengatakan seharusnya 126 juta sertifikat tanah diterbitkan untuk masyarakat. Namun, pada 2015, baru terealisasi 46 juta.

"Artinya 80 juta penduduk kita menempati lahan tetapi tidak memiliki hak hukum atas tanah yang namanya sertifikat," katanya.

Jokowi lantas mengutarakan kejengkelannya ketika proses sertifikat HGB justru dipermudah bagi pemilik lahan yang luas.

"Dan yang lebih menjengkelkan lagi, justru yang gede-geda kita berikan. Ini yang saya ulang-ulang. HGB 10 ribu hektare, nih. HGB 20 ribu hektare, ini. HGB 30 ribu hektare, ini, berikan. Tapi begitu yang kecil-kecil, 200 meter persegi saja, entah itu hak milik, entah itu HGB, tidak bisa kita selesaikan. Inilah persoalan besar kita kenapa yang namanya sengketa lahan itu ada di mana-mana. 80 juta lahan yang ditempati masyarakat belum bersertifikat 2015," paparnya.

Jokowi mengatakan permasalahan yang terjadi lantaran sertifikat tanah yang diberikan hanya 500 ribu dalam satu tahun. Kala itu Jokowi memerintahkan Menteri ATR/BPN untuk meningkatkan proses sertifikat tanah setiap tahunnya.

"Kalau setahun hanya mengeluarkan 500 ribu sertifikat, artinya masyarakat kita, penduduk kita yang memiliki lahan itu harus menunggu 160 tahun. Kita baru sadar betul bahwa memang inilah persoalan dasarnya ada di sini. Setahun hanya 500 ribu," kata Jokowi.

"Saat itu 2015 saya perintah kepada Menteri ATR/BPN, saya minta 5 juta tahun ini. Rampung. Saya naikkan. Saya minta tahun ini 7 juta, selesai, rampung. Saya minta tahun ini 9 juta. Saya cek, selesai. Artinya, kita ini memang bisa melakukan, bisa mengerjakan, tetapi tidak pernah kita lakukan. Melompat dari 500 ribu kepada 9 juga setahun nyatanya bisa. Sehingga sampai sekarang ini dari 46 juta sudah naik menjadi 80,6 juta sertifikat hak milik sekarang," kata Jokowi.

Simak video 'Jengkelnya Jokowi HGB di Lahan Luas Dipermudah, Tapi Lahan Kecil Tidak!':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT