ADVERTISEMENT

Di Mesir, Pengurus MUI Bicara Peran Penting Dakwah Cegah Terorisme

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 09 Jun 2022 00:48 WIB
Gus Fahrur bersama Mufti Negara Mesir Prof Dr Syauqi Ibrahim Allam dan Sekretaris Majelis Fatwa Darul Ifta Mesir Dr Amru Wardani
Gus Fahrur bersama Mufti Negara Mesir Prof Dr Syauqi Ibrahim Allam dan Sekretaris Majelis Fatwa Darul Ifta Mesir Dr Amru Wardani (Foto: Dok Istimewa)
Jakarta -

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) menghadiri konferensi internasional yang diselenggarakan Darul Ifta dan pemerintah Mesir dalam rangka diskusi pencegahan ekstremisme dan radikalisme. Gus Fahrur menekankan peran penting langkah soft approach dalam menanggulangi terorisme.

Dalam pengantar pidatonya, Gus Fahrur berbicara mengenai Indonesia sebagai negara yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan suku serta bahasa lokal namun disatukan dalam NKRI. Dia juga menjelaskan mengenai puluhan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan yang tergabung dalam wadah MUI.

Gus Fahrur juga menjelaskan mengenai fase terorisme yang terjadi di Indonesia dari masa lalu hingga saat ini. Dia menyinggung soal gerakan NII, gerakan Jemaah Islamiyah hingga JAD.

Perihal penanggulangan terorisme, Gus Fahrur menjelaskan MUI ikut berperan penting dalam melakukan langkah soft approach. Langkah tersebut berupa dakwah, dialog dan diskusi intensif dengan berbagai kelompok masyarakat.

"Langkah ini lebih diutamakan sebelum pendekatan kekuasaan bersenjata/hukum, dan terbukti berhasil menarik banyak mantan anggota kelompok teroris untuk mencabut baiat kepada kelompoknya dan kembali ke pangkuan NKRI," kata Gus Fahrur dalam keterangan tertulis, Rabu (8/6/2022).

Gus Fahrur menjelaskan MUI berperan aktif dalam membina persatuan umat Islam. MUI juga disebut berkomitmen dalam melawan terorisme dan radikalisme agama, salah satunya dengan keluarnya fatwa MUI tentang anti-terorisme nomor 3 tahun 2004.

Lebih lanjut, Ketua PBNU itu menilai polemik di masyarakat muncul akibat kesalahpahaman terhadap amaliyah istisyhadiyah seperti bom bunuh diri di Palestina disamakan dengan bom bunuh diri di Indonesia. Atas dasar itu, kata Gus Fahrur, MUI melakukan diskusi mendalam dan melahirkan fatwa anti-terorisme.

"Fatwa tersebut secara tegas membedakan antara terorisme dengan jihad. Dalam diktum fatwa tersebut, terorisme adalah tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban yang menimbulkan ancaman serius terhadap kedaulatan negara, bahaya terhadap keamanan, perdamaian dunia serta merugikan kesejahteraan masyarakat. Terorisme adalah salah satu bentuk kejahatan yang diorganisasi dengan baik (well organized), bersifat trans-nasional dan digolongkan sebagai kejahatan luar biasa (extra-ordinary crime) yang tidak membeda-bedakan sasaran (indiskrimatif)," beber Gus Fahrur.

Selain itu, kata Gus Fahrur, MUI juga bekerja sama dalam penanggulangan terorisme dan radikalisme dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Salah satunya dengan pembentukan Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET).

Adapun sejumlah langkah yang sudah dilakukan oleh MUI adalah:

- Memberikan syarah dan pengembangan atas fatwa MUI nomor 3 tahun 2004
- Menyelenggarakan Halaqah Kebangsaan
- Menulis materi khutbah Islam wasatiyah
- Menulis buku saku panduan moderasi beragama
- Memperluas perangkat BPET di daerah
- Memberikan pencerahan kepada masyarakat melalui seminar, wawancara televisi dan lainnya
- Memberikan ceramah kepada narapida terorisme di Lapas agar kembali ke jalan yang benar

Dalam forum itu, Gus Fahrur sebagai perwakilan MUI menyampaikan sejumlah rekomendasi yang bisa menjadi bahan pertimbangan konferensi internasional. Berikut rekomendasinya:

1. Memberikan pemahaman utuh kepada masyarakat akan arti dan bahaya radikalisme dan terorisme
2. Perlu adanya fatwa yang dapat mencakup larangan segala bentuk tindakan/perbuatan terorisme.
3. Perlu adanya pembuatan buku, modul dan artikel tentang pentingnya wawasan persatuan kebangsaan; kesalahan terminologi khilafah, thaghut dan radikalisme untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada umat Islam
4. Peningkatan kesadaran dan diseminasi fatwa kepada public dengan berbagai macam media.
5. Membuat daftar kelompok terorisme di setiap negara secara berkala untuk memberikan pemahaman dan pencegahan kepada umat Islam

Simak Video 'Usai Sebut 198 Ponpes Terafiliasi Teroris, BNPT Temui MUI Samakan Persepsi':

[Gambas:Video 20detik]




(knv/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT