ADVERTISEMENT

Adam Deni Bela Diri, Klaim Sering Ungkap Kasus Termasuk Mulan Jameela

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 07 Jun 2022 18:04 WIB
Sidang perkara ITE Adam Deni Gearaka
Sidang perkara ITE Adam Deni Gearaka. (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Adam Deni Gearaka membacakan nota pembelaan terhadap tuntutan jaksa terkait kasus terkait kasus informasi dan transaksi elektronik (ITE) mengunggah dokumen pembelian sepeda milik Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni. Adam Deni menyebutkan, dia kerap mengungkap berbagai kasus pelanggaran.

Nota pembelaan ini dibacakan Adam Deni dalam sidang di PN Jakarta Timur, Selasa (7/6/2022). Awalnya Adam Deni meminta maaf karena telah memposting dokumen yang menampilkan nama Ahmad Sahroni.

"Meminta maaf saya telah melakukan kesalahan yang menurut hukum memang dinyatakan bersalah karena saya telah memposting sebuah kertas bandel yang bertuliskan nama Ahmad Sahroni," ujar Adam Deni.

Adam Deni mengatakan tidak memiliki niat jahat. Namun ia mengaku ingin membongkar kejahatan pejabat publik.

"Demi Allah dan demi orang tua saya, saya melakukan hal ini tidak ada niatan jahat. saya lakukan ini karena ingin membongkar kejahatan yang dilakukan pejabat Republik Indonesia," tuturnya.

Adam Deni menyebutkan tidak pernah menyebar hoax. Ia bahkan menyebut kasus-kasus yang diungkapnya kerap benar.

"Saya tidak pernah ada catatan jadi penyebar hoax, jadi saya sangat yakin apa yang saya lakukan itu semuanya benar-benar terjadi," ujar Adam Deni.

Salah satu kasus yang disebutkan adalah terkait dengan pelanggaran karantina yang dilakukan anggota DPR Mulan Jameela dan Ahmad Dhani. Selain itu, dia mengaku mengungkap kasus korupsi Wali Kota Bekasi.

"Saya bongkar kasus pelanggaran karantina Mulan Jameela dan Ahmad Dhani dan itu terbukti, masyarakat sampai tahu bahwa anggota DPR RI mempunyai privilege karantina di rumah setelah pulang dari karantina di luar negeri," kata Adam Deni.

"Memviralkan kafe anak Wali Kota Bekasi yang tidak pernah disegel selama PSBB diberlakukan di kota masing-masing. Saya juga menbantu mem-follow up kasus dugaan korupsi yang dilakukan Wali Kota Bekasi, sekarang kafenya sudah disegel, lalu dugaan korupsinya sudah terbukti dan sudah ditangkap," sambungnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT