Irak Lepas 594 Narapidana
Kamis, 08 Jun 2006 06:02 WIB
Jakarta - Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki melepas 594 narapidana. Diharapkan langkah ini dapat meredam ketegangan antara kelompok Sunni Arab dan Syiah.Para narapidana ini adalah yang pertama dari 2.000 narapidana yang dijanjikan al-Maliki akan dibebaskan. Penahanan mereka selama ini menimbulkan kamarahan kaum Sunni yang menuding pemerintah menyiksa tahanan.Seperti dilansir AP, Kamis (8/6/2006), ke-594 narapidana ini mulai dilepas sejak Rabu 7 Mei kemarin. Al-Maliki yang baru saja memegang kekuasaan selama 2 minggu, adalah seorang Syiah yang dituntut menciptakan rekonsiliasi antara kaum Sunni dan Syiah.Menurut al-Maliki, para narapidana yang dilepas tidak termasuk pendukung Saddam Hussein, dan kelompok yang dianggap teroris. Pemerintah Irak mengatakan 2.000 narapidana akan dilepas dalam beberapa hari ke depan.Mereka akan dilepas dalam beberapa gelombang masing-masing 500 narapidana. Gelombang pertama yang terdiri dari 594 narapidana dilepas dari penjara-penjara yang dijalankan AS dan Irak, termasuk Abu Ghraib yang dikenal sebagai tempat penyiksaan narapidana.Para mantan napi yang tiba di Baghdad meluapkan kegembiraannya dengan bersujud syukur. Soerang napi menggunakan tongkat penyangga untuk berjalan."Saya ditahan sejak 19 Desember 2004. Saya dituduh menculik orang yang bekerja di perusahaan Iraqna," ujar Mohammed Jassim, seorang mantan napi. Pada Selasa 6 Mei, al-Maliki mengatakan akan melepas 2.500 narapidana, namun jumlah ini menyusut menjadi 2.000 narapidana.
(fay/)











































