ADVERTISEMENT

Jubir Menhan Kritik Gubsu soal Serang Ukraina 3 Tahun Lalu Jika Jadi Putin

Zhacky - detikNews
Selasa, 07 Jun 2022 17:22 WIB
Prabowo Subianto melalui Dahnil Azhar menghimbau pendukungnya tetap tenang menunggu hasil perhitungan suara cepat di Rumah Kertanegara, Jakarta. Rabu (17/4/2019).
Dahnil Anzar Simanjuntak (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Jubir Menhan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengkritik Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi soal invasi Rusia ke Ukraina. Dahnil menganggap pernyataan Gubsu Edy soal invasi Rusia ke Ukraina tak pantas dilontarkan.

"Mohon maaf, Pak Edy Rahmayadi, sebagai gubernur, pejabat publik, pernyataan seperti ini sangat tak pantas dan tak perlu," kata Dahnil menanggapi pernyataan Gubsu Edy, Selasa (7/6/2022).

Gubsu Edy dikritik Jubir Menhan karena mengatakan, jika dia menjadi Presiden Rusia Vladimir Putin, invasi ke Ukraina sudah dilakukan tiga tahun lalu.

Dahnil mengingatkan Gubsu Edy bahwa sikap Indonesia terkait situasi dan kondisi dunia sudah jelas. Mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah itu menekankan Indonesia harus terlibat menjaga perdamaian dunia.

"Sikap Indonesia terang, terlibat menjaga perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi kita," ucap Dahnil.

Diberitakan sebelumnya, Gubsu Edy mengomentari soal invasi Rusia ke Ukraina saat memberikan sambutan dalam acara Sumateranomic di Medan kemarin. Edy mengatakan, jika menjadi Presiden Rusia, dia akan melakukan invasi sejak tiga tahun yang lalu.

"Saya katakan, kalau saya yang Putin, sudah tiga tahun lalu Ukraina itu saya serang. Ada negara kecil yang mengganggu stabilitas negara besar," kata Edy dalam sambutannya seperti dilansir detikSumut, Senin (6/6).

Lihat juga video 'Legiun Asing di Ukraina Berkumpul untuk Lawan Rusia di Sievierodonetsk':

[Gambas:Video 20detik]



(zak/tor)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT