RI Jangan Ikut AS Gabung di PSI
Rabu, 07 Jun 2006 21:29 WIB
Jakarta - Fraksi PKS (FPKS) meminta pemerintah menolak ajakan bergabung dalam Proliferation Security Initiative (inisiatif keamanan proliferasi). Keikutsertaan Indonesia dalam PSI akan membahayakan kedaulatan Indonesia."Jika Indonesia bergabung dalam PSI, Amerika dapat memeriksa kapal-kapal yang diindikasikan membawa senjata pemusnah massal di wilayah Indonesia," jelas Ketua FPKS Mahfudz Siddiq, dalam rilis kepada detikcom, Kamis (7/6/2006).Bergabungnya Indonesia dalam PSI akan menjadi pembenaran politis bagi aksi militer AS dan sekutunya ke negara-negara yang dianggap tidak berhak memiliki senjata pemusnah massal."Sangat boleh jadi negara-negara yang dimaksud AS sebagai tidak berhak adalah negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim. Keikutsertaan Indonesia dalam PSI akan sangat melukai perasaan negara-negara muslim," ujar dia.Pemerintah AS melalui Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld kembali mengajak Indonesia bergabung dalam PSI. Sebelumnya Menlu AS Condoleeza Rice jugamenyampaikan ajakan serupa.Namun ajakan tersebut ditolak dengan alasan pelaksanaan PSI akan membahayakan kedaulatan Negara Indonesia sebagai negara kepulauan. "Kami salut dan menghargai putusan pemerintah tersebut, dan berharap pemerintah tetap mempertahankannya," imbuh Mahfudz.FPKS berharap, iming-iming kerja sama militer secara permanen dengan AS tidak menjadikan pendirian Indonesia goyah. "Pemerintah harus tetap menolak. Karena yang dipertaruhkan adalah kedaulatan negara," tandas Mahfudz.FPKS berkeyakinan, pemerintahan SBY-JK mampu bersikap tegas terhadap AS. Jika kepentingan AS dan sekutunya merugikan kedaulatan Indonesia, maka Presiden SBY harus menolaknya secara tegas.Mahfudz menyatakan, pemerintahan harus berkoordinasi dengan DPR terkait persoalan ini. "Karena ini menyangkut kedaulatan negara, DPR sebaiknya diajak berembug," tandas Mahfudz.
(fay/)











































