RI Masih Dihujani Protes Cina

Presiden Taiwan Singgah

RI Masih Dihujani Protes Cina

- detikNews
Rabu, 07 Jun 2006 19:09 WIB
Jakarta - Meski sudah hampir sebulan berselang, Indonesia rupanya masih dihujani protes dari pemerintah Cina. Ini gara-gara singgahnya Presiden Taiwan Chen Shui-Bain di Batam selama sekitar 20 jam pada 11-12 Mei.Pihak Taiwan beralasan pesawat mengalami kendala teknis setelah terbang 8 jam dari Libya, Afrika Utara menuju Taiwan.Taiwan memastikan tidak menemui satu pun pejabat Indonesia. Sebab Indonesia dalam kebijakan politik luar negerinya menganut "One China Policy" yang artinya tidak mengakui Taiwan sebagai negara."Kami dihubungi dan diprotes berkali-kali. Pejabat kita di sana juga dipanggil oleh Menlu Cina," ungkap Dirjen Protokol dan Konsuler Departemen Luar Negeri Handriyo Kusumo Priyo dalam diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/6/2006).Priyo juga menyatakan bahwa pihak Deplu sama sekali tidak mengetahui rencana pendaratan pesawat Presiden Taiwan tersebut. "Dan pada prinsipnya kita tidak bisa memberi clearance pada pendaratan ini," tandasnya.Dia juga menjelaskan kedatangan Presiden Taiwan tersebut tidak lepas dari upaya Taiwan untuk meminta dukungan dan mendapat pengakuan dari negara lain."Taiwan berkali-kali meminta dukungan, dan mereka mencoba melakukan manuver untuk mendapatkan dukungan," ungkap dia.Sementara Direktur Penyelidikan dan Penindakan Dirjen Imigrasi Departemen Hukum dan HAM, Muhammad Indra, menuturkan pesawat yang ditumpangi rombongan Presiden Taiwan tersebut tiba di Bandara Hang Nadim, Batam pada 11 Mei 2006 pukul 14.10 WIB.Di dalam pesawat tersebut terdapat 140 warga negara Taiwan, 1 warga negara Amerika Serikat, 1 warga negara Panama, serta 30 kru pesawat yang semuanya berkewarganegaraan Taiwan."Untuk paspornya, 53 merupakan paspor diplomatik, dan 87 merupakan paspor biasa," ungkap dia.Adapun pertimbangan dalam memberikan izin mendarat bagi pesawat tersebut adalah semata-mata karena alasan darurat. "Izin diberikan karena alasan darurat, karena mereka kehabisan bahan bakar," jelasnya. (sss/)



Berita Terkait