Ongkos Permak Yogya-Jateng Bengkak Jadi Rp 5 T
Rabu, 07 Jun 2006 18:50 WIB
Jakarta - Biaya rehabilitasi dan rekontruksi wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah akibat gempa, jauh melonjak di atas perkiraan awal pemerintah. Bila sebelumnya senilai Rp 1,7 triliun, kini menjadi Rp 5 triliun. Pembengkakan itu akibat banyaknya jumlah rumah penduduk yang harus dibangun diperkirakan mencapai 150 ribu unit rumah. Kegiatan itu akan dimulai bulan depan. Demikian papar Menko Kesra Aburizal Bakrie tentang data sementara kerusakan akibat gempa yang sesaat sebelumnya dilaporkannya pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)."Jumlah rumah yang harus dibangun jauh lebih besar dari perkiraan, sama dengan yang harus kita bangun di Aceh," kata Ical di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2006).Menurutnya atas laporan tersebut SBY menyatakan kebutuhan sebesar itu dianggarkan pemerintah dalam penyusunan APBNP 2006 mendatang. Sumber pendanaan diusahakan berasal dari dana hibah lembaga-lembaga donor. Minimal dari pinjaman tanpa bunga dengan jangka waktu pembayaran 40 tahun. "Hibah yang sudah masuk baru sebesar USD 2,5 juta dolar dan dikabarkan ada bantuan lagi. Saya harapkan total hibah nanti bisa mencapai tidak kurang dari USD 100 - 150 juta," ujar Ical.
(nrl/)











































