Bantuan Jadup Rp 3 Ribu/Hari Munculkan Konflik di Bantul

Bantuan Jadup Rp 3 Ribu/Hari Munculkan Konflik di Bantul

- detikNews
Rabu, 07 Jun 2006 18:28 WIB
Bantuan - Tunjangan hidup (jadup) yang diberikan pemerintah ke korban gempa bumi di Bantul memunculkan konflik baru. Banyak warga memprotes ke aparat desa karena tidak mendapat bantuan. Mereka berbondong-bondong mendatangi ketua RT, minta agar diberi bantuan uang dan beras.Jadup yang dibagikan pemerintah di Kecamatan Bantul, Yogyakarta dan Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah berupa uang Rp 3.000/jiwa/hari dan beras 10 kg/jiwa/bulan.Namun karena banuan hanya diberikan kepada warga yang rumahnya roboh dan tinggal di pengungsian, alhasil warga yang rumahnya dari luar tidak tampak rusak pun protes."Rumah saya kalau dari luar tampak masih berdiri. Namun bila mau masuk ke dalam baru akan kelihatan yang retak-retaknya dan sangat berbahaya kalau ditempati," ujar Asep, warga RT 01, Dusun Manding, Desa Sabdodadi, Kecamatan Bantul, Yogyakarta, Rabu (7/6/2006).Karena banyak warga yang rumahnya rusak namun tidak mendapat jadup, belasan warga mendatangi rumah kepala dusun Manding, Desa Sabdodado sambil meneriakkan kata-kata kotor.Namun setelah diberi pengertian dan dijanjikan akan ada pendataan ulang, situasi dapat dikendalikan. "Warga yang protes, rumahnya sudah diverifikasi ulang," kata Jumakir, PNS yang diperbantukan ke RT 07, Dusun Manding.Munculnya konflik di tengah warga ini dibenarkan oleh Kepala Desa Bantul, Sudiyanto. Menurutnya, pihaknya sempat takut membagikan bantuan ini karena akan mengganggu stabilitas warga. Ia sudah memperkirakan akan banyak muncul protes dari mereka yang tidak mendapat bantuan."Semua warga dalam situasi seperti ini kondisinya sama. Meski rumahnya rusak ringan, mereka belum bisa bekerja karena tempat kerja juga hancur. Mereka juga membutuhkan bantuan. Kalau sudah seperti ini, konflik sesama warga sangat mudah dipicu. Makanya, kami melakukan pendataan ulang," katanya. (jon/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait