Merapi 'Tenang', Luncuran Awan Panas Menurun

Merapi 'Tenang', Luncuran Awan Panas Menurun

- detikNews
Rabu, 07 Jun 2006 17:09 WIB
Yogyakarta - Dibandingkan hari sebelumnya, ini, Rabu (7/6/2006) pukul 00.00-06.00 WIB, jarak luncur awan panas Merapi mulai berkurang. Namun Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) belum menurunkan status, tetap Awas."Meski menurun jaraknya (kurang 1 km) tetapi hal itu belum bisa menjadi patokan, Merapi itu sifatnya fluktuatif," kata Kepala Seksi Gunung Merapi, Subandriyo kepada wartawan di kantornya, Jl Cendana, Yogyakarta, Rabu (7/6/2006). Dia mengatakan, meski ada penurunan jarak luncuran, arah luncuran awan panas tetap mengarah ke selatan masuk ke hulu Kali Gendol. Dengan kata lain, wilayah-wilayah di sekitar Kecamatan Cangkringan, Sleman, maupun Desa Balerante dan Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten tetap merupakan daerah yangpaling rawan karena merupakan jalur lintasan awan panas.Menurut dia, luncuran awan panas pada hari Minggu lalu yang mencapai 4 kilometer itu akibat jebolnya Geger Boyo sehingga banyak material yang turun. Namun bila saat ini berkurang, bisa jadi Merapi baru berusaha menghimpun energi. "Merapi itu selalu fluktuatif dan tidak selalu sama dalam setiap aktivitasnya. Buktinya meski cuaca sepanjang siang hingga sore berkabut, dari Pos Kaliurang masih terdengar suara gemuruh menandakan adanya luncuran material ke bawah," katanya.Pengamatan secara visual pada hari Selasa maupun Rabu diakuinya memang tidak bisa dilakukan dengan sempurna karena cuaca di puncak Merapi sering berkabut.Namun cuaca pada pagi hari sempat cerah sehingga dapat dilakukan pengamatan. Asap solfatara berwarna putih tebal tekanan lemah dengan ketinggian 300 meter dapat teramati dari pos Jrakah, Boyolali. "Awan panas teramati dari Pos Ngepos Magelang sebanyak 1 kali ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 1 km," katanya.Sedang guguran lava pijar teramati 6 kali menuju hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1,5 km, dan 6 kali ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak luncurmaksimum 1 km.Berdasarkan rekaman seismograf pada hari ini pukul 00.00-06.00 WIB katanya, tercatat adanya luncuran awan panas sebanyak 8 kali, gempa guguran 20 kali, dangempa tektonik 2 kali. Sedangkan pada hari dan jam yang sama, tercatat awan panas sebanyak 32 kali. Sementara itu pada hari Selasa kemarin, awan panas teramati dari Pos Kaliurang sebanyak 2 kali ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 2 km.Guguran lava pijar teramati 116 kali menuju hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2 km, dan 103 kali ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 1 km. Berdasarkan rekaman seismograf mencatat adanyagempa MP 10 kali, gempa guguran 212 kali, awan panas 78 kali dan gempa tektonik 14 kali. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads