Habibie: Banyak Umat Islam Terpancing Reaksi Kekerasan
Rabu, 07 Jun 2006 17:10 WIB
Jakarta - Kehadiran Islam di dunia adalah untuk memberikan kesejukan. Sayangnya, banyak umat Islam yang terpancing dalam aksi kekerasan.Demikian disampaikan mantan presiden RI BJ Habibie saat memberikan sambutan dalam acara Pidato Kebudayaan 'Kesejukan Islam dan Peradaban' yang diselenggaran oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, di gedung BPPT, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Rabu (7/6/2006)."Sayang benar masih banyak umat Islam yang terpancing terhadap gerakan-gerakan yang tidak meningkatkan kita (umat Islam). Sehingga (pihak lain) menganggap kita terorisme," kata Habibie.Menurut Habibie, kehadiran Islam di dunia adalah untuk memberikan kesejukan. Karena itu, sambung Habibie, umat Islam khususnya di Indonesia, jangan mengikuti berbagai reaksi kekerasan."Kita bangsa Indonesia berhasil menghindari yang diinginkan siapa saja di Irak dan di Palestina. Untuk itu jangan terpancing," tegas Habibie.Habibie juga menyinggung soal banyaknya negara Islam yang miskin. Padahal, negara-negara tersebut memiliki sumber daya alam yang cukup kaya, seperti minyak sawit dan minyak mentah. Berdasarkan data OPEC tahun 2004, 84 persen produksi minyak sawit di dunia dihasilkan oleh negara-negara Islam. Untuk minyak mentah, sebanyak 75,1 persennya juga dihasilkan oleh negara-negara Islam."Kebanyakan negara muslim kaya tetap miskin. Hal itu terlihat dari perpaduan akselerasi pendidikan, infrastruktur, ekonomi dan iptek," ungkap Habibie.
(djo/)











































