ADVERTISEMENT

Edy Mulyadi Kecewa Sidang 'Jin Buang Anak' Lanjut: Saya Tak Bersalah!

Zunita Putri - detikNews
Senin, 06 Jun 2022 12:18 WIB
Edy Mulyadi.
Sidang Edy Mulyadi di PN Jakpus (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Nota keberatan terdakwa keonaran Edy Mulyadi ditolak majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Edy mengaku kecewa atas putusan sela hakim.

"Tentang putusan barusan, kecewa? Tentu kecewa. Tapi kita memahami bahwa hakim, majelis punya pertimbangan macam-macam, kita paham. Mungkin yang terbaik kita dan tentu kita hargai ya. Ada sisi hikmah positifnya, karena dengan sidang lanjut kita akan pembuktian, saya akan coba sebisa mungkin dibantu pengacara, saya buktikan saya tidak bersalah," ujar Edy usai sidang di PN Jakpus, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (6/6/2022).

Edy mengatakan, di sidang pembuktian nanti, dia akan menyampaikan bahwa poin pada pernyataan dia adalah tentang Ibu Kota Negara (IKN). Bukan tentang Kalimantan.

"Saya ingin sampaikan bahwa poinnya bukan jin buang anak. Tapi gimana proyek IKN ini, proyek IKN ugal-ugalan yang merugikan rakyat Kalimantan khususnya bangsa Indonesia, karena nggak punya duit cari sumbangan dan sebagainya," ucap Edy.

Dalam kesempatan ini, Edy juga kembali menyampaikan permohonan maaf kepada orang Kalimantan. Dia menegaskan tidak memiliki masalah dengan Kalimantan.

"Tentu saya juga ingin kembali mohon maaf kepada teman-teman Kalimantan, karena poinnya bukan Kalimantannya tapi IKN juga. Sekali lagi saya tegaskan mereka sahabat saya, musuh saya bukan warga Kalimantan, musuh saya kita semua ketidakadilan," ungkapnya.

Sebelumnya, hakim menolak nota keberatan atau eksepsi yang disampaikan pihak terdakwa kasus keonaran Edy Mulyadi. Hakim memerintahkan sidang kasus 'jin buang anak' dilanjut.

Terkait kasus ini, Edy Mulyadi didakwa membuat keonaran di kalangan masyarakat. Edy didakwa membuat onar karena kalimat 'tempat jin buang anak' saat konferensi pers KPAU (LSM Koalisi Persaudaraan & Advokasi Umat).

Jaksa mengatakan Edy Mulyadi memiliki akun YouTube dan kerap mengunggah video yang berisi opini atau pendapat pribadi pada 2021 di channel YouTube yang menimbulkan pro dan kontra. Adapun dari YouTube Channel Edy Mulyadi, jaksa mengatakan ada beberapa konten yang menyiarkan berita bohong dan menimbulkan keonaran.

Salah satunya konten yang berjudul 'Tolak Pemindahan Ibu Kota Negara Proyek Oligarki Merampok Uang Rakyat'. Dalam video ini, ada pernyataan Edy menyebut 'tempat jin buang anak'. Pernyataan dalam video itu dinilai membuat keonaran di kalangan masyarakat.

(zap/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT