Kalangan DPR Sesalkan Penerbitan Edisi Kedua Playboy

Kalangan DPR Sesalkan Penerbitan Edisi Kedua Playboy

- detikNews
Rabu, 07 Jun 2006 16:06 WIB
Jakarta - Kalangan DPR menyayangkan sikap ngeyel pengelola majalah Playboy Indonesia yang tetap menerbitkan edisi kedua. Playboy dinilai tidak belajar dari pengalaman buruk."Kita sesalkan kenapa pengelola Playboy tidak belajar dari pengalaman masa lalu. Kenapa tidak bisa menahan diri," kata Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR Ida Fauziah kepada detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/6/2006).Manurut Fauziah, saat ini yang perlu dilakukan adalah mengawasi peredaran majalah pria dewasa tersebut. Manajemen distribusi Playboy harus lebih diperbaiki. Majalah tersebut jangan sampai mudah diakses di sembarang tempat."Ini untuk menghindari efek negatif jika dibaca oleh orang-orang yang belum cukup umur. Pemerintah juga harus lebih tegas menyikapi hal ini sebelum menimbulkan protes masyarakat yang anarkis," tukas Ida.Hal senada disampaikan Wakil Ketua FPAN Djoko Susilo. Menurut Djoko, seharusnya pengelola Playboy menunda sampai situasinya benar-benar memungkinkan. Berkaca dari pengalaman yang ada, penerbitan Playboy belum bisa diterima masyarakat."Saya tentang pornografi dan pornoaksi. Playboy juga kita tentang karena merupakan simbol penjajahan kultural dari AS," cetus Djoko, juga kepada detikcom.Namun anehnya, di sisi lain Djoko seolah-olah mengakui Playboy edisi Indonesia tidak terlalu 'merisaukan'. Pasalnya, sambung Djoko, banyak pembaca yang kecewa terhadap penampilan Playboy edisi perdana."Kalau melihat yang kemarin (edisi perdana) tidak masalah sih. Jadi saya menilai penerbitan kali ini tidak banyak yang beli, karena orang banyak yang kecewa. Peminatnya akan turun," tutur Djoko. (djo/)


Berita Terkait