ADVERTISEMENT

Asa Museum di Daerah demi Perhatian dari Pemerintah

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 05 Jun 2022 11:41 WIB
museum
Ketua Asosiasi Museum Indonesia Putu Supadma Rudana (Foto: dok. Istimewa)
Badung -

Museum-museum di daerah, terutama yang dikelola swasta, mengharapkan perhatian dari pemerintah. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf mengaku telah mendorong Kemdikbud agar memberikan perhatian lebih.

"Alhamdulillah disetujui tadi usulan saya oleh Kemdikbud (perhatian kepada ratusan museum). Jadi saya minta kepada Kemdikbud agar memberikan perhatian kepada museum-museum yang ada di daerah dan mendorong pemerintah daerah, terutama provinsi, memberikan atensi kepada museum-museum yang benar-benar mengangkat culture daerahnya, karena museum ini bagian dari peradaban manusia," kata Dede Yusuf dalam keterangan persnya.

Hal itu disampaikan Dede Yusuf secara daring dalam acara silaturahmi dan pertemuan museum se-Indonesia di Hotel Kuta Paradiso, Badung, Bali. Acara itu berlangsung dari 4 Juni 2022 hingga tuntas pada 6 Juni 2022.

Di sisi lain pemerhati permuseuman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Sigit Gunarjo, berharap Komisi X DPR tidak memberikan harapan palsu. Selama ini, menurutnya, banyak museum swasta yang tutup karena dihantam pandemi.

museumSigit Gunarjo (Foto: dok. Istimewa)

"Saya ini pesimistis kalau Komisi X (Komisi Kebudayaan) sudah berbicara. Mengerti masalah permuseuman, namun saat eksekusi ke lapangan melempem. Jangan sampai para pengelola museum swasta ini diberi harapan palsu, karena bantuan kepada museum swasta di daerah-daerah sampai saat ini secara finansial, apalagi ketika pandemi COVID-19, tidak pernah mendapatkan bantuan sama sekali dari pemerintah," ucap Sigit secara terpisah.

"Harus ada payung hukum guna mengembalikan marwah peradaban kebudayaan bangsa melalui museum dengan diterbitkannya UU Permuseuman Indonesia. Di undang-undang tersebut juga harus mencantumkan badan permuseuman untuk membantu pemerintah dalam hal teknis. Untuk itu, pemerintah harus segera menyikapi suara hati dari para pengelola museum se-Indonesia," imbuhnya.

Setali tiga uang, Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana mengatakan revitalisasi museum seharusnya merujuk pada suatu upaya besar dalam menghidupkan museum sebagai rumah budaya rakyat. Putu juga mempertanyakan masih banyaknya museum di daerah yang kondisinya hancur padahal pemerintah saban tahun memiliki anggaran untuk revitalisasi.

"Itu belum sumber daya manusia dan manajemennya. Sebab, banyak museum di daerah yang mengeluh ke AMI mengenai hal ini. Mereka termasuk mengeluhkan mengenai visi kebudayaan dari pemerintah pusat," tutur Putu secara terpisah.

"Justru di negara-negara maju seperti Eropa, museum dijadikan ikon utama narasi kota atau negara itu, dan menjadi destinasi utama kepariwisataan sehingga segala investasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam mendukung museum akan kembali dalam bentuk profit sebagai devisa negara dan benefit sebagai simpul - simpul kekuatan ekonomi rakyat, khususnya UMKM. Di sinilah kami menunggu visi besar pemerintah dalam mengeksekusi kebijakan pemerintah yang pro kepada museum," imbuhnya.

(dhn/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT