ADVERTISEMENT

VP Summarecon Agung Tersangka Suap Eks Walkot Jogja Pernah Diusut KPK

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 05 Jun 2022 10:14 WIB
Eks Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin apartemen di Yogyakarta. Haryadi pun langsung ditahan oleh KPK, Jumat (3/6/2022).
Oon Nusihono ( Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Oon Nusihono resmi menyandang status tersangka KPK buntut kedapatan memberikan suap ke Haryadi Suyuti semasa aktif sebagai Wali Kota Yogyakarta. Oon, yang menjabat Vice President Real Estate PT Summarecon Agung Tbk, rupanya pernah pula berurusan dengan KPK.

Dari catatan detikcom, Oon pernah dipanggil KPK untuk memberikan kesaksian perihal perkara suap dan gratifikasi yang menjerat Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi alias Pepen. Pemanggilan itu tercatat pada Senin, 11 April 2022.

Pemeriksaan terhadap Oon itu disebut Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri terkait dengan dugaan tindak pidana pencucian uang atau TPPU dengan tersangka Pepen. Dalam jadwal pemeriksaan itu disebutkan Oon sebagai direktur di Summarecon Agung. Tapi, saat dicek di summarecon.com, nama Oon Nusihono tidak terdapat dalam jajaran direktur.

"Pemeriksaan terhadap saksi terkait TPPU dengan tersangka RE (Rahmat Effendi)," ucap Ali saat itu.

Gratifikasi dari Summarecon Agung

Singkat cerita, Pepen diadili di Pengadilan Tipikor Bandung, tetapi untuk sangkaan suap, pungli, dan gratifikasi. Sedangkan sangkaan mengenai TPPU belum dibawa ke meja hijau.

Dalam surat dakwaan, total uang yang diterima Pepen mencapai Rp 19,5 miliar. Dari total penerimaan uang itu, ada sebagian di antaranya tercantum dalam gratifikasi, yang totalnya Rp 1.852.595.000.

Disebutkan gratifikasi itu masuk ke rekening atas nama Masjid Arryasakha Kota Bekasi, yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Sakha Ramdan Aditya, yang didirikan Pepen dan keluarganya. Gratifikasi itu dirinci oleh jaksa KPK di mana salah satunya berasal dari PT Summarecon Agung Tbk, yang totalnya Rp 1 miliar: pemberian berlangsung dua kali sebesar masing-masing Rp 500 juta.

Namun, dalam surat dakwaan itu, tidak disebutkan nama Oon. Nantinya, dalam pemeriksaan saksi dalam sidang itu, akan diketahui lebih lanjut seperti apa benang merahnya.

Simak halaman selanjutnya

Lihat juga Video: Kadis Penanaman Modal Yogya Diciduk KPK, Plh Disiapkan

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT