ADVERTISEMENT

Kisah Panglima Badut Sahabat Anak kanker, Yatim Piatu, dan Korban Bencana Alam

Nada Celesta - detikNews
Minggu, 05 Jun 2022 06:48 WIB

Ada masa dimana Dedy gelisah karena memikirkan anak-anak tidak mampu kesulitan mengakses hiburan badut. Dari situ, Dedy dan kawan-kawan seprofesinya mendirikan ABI di tahun 2018 untuk menghibur anak-anak kanker, yatim piatu, serta korban bencana alam sebagai bentuk aksi sosial.

"Di situ saya lihat bagaimana ya kalau anak yatim-piatu itu, mimpi mereka saya wujudkan. Dia makan saja sulit, mau sekolah sulit. Kalau dia dirayakan ulang tahun ada kebahagiaan tersendiri, ada kenangan tersendiri. Kenapa tidak? Saya pikir gitu," jelas Dedy.

Misi sosial menghibur anak-anak telah membawa Dedy dan ABI menjelajahi berbagai wilayah di Indonesia.

"Saya sudah ke Lombok, ke Lumajang, hampir semua bencana saya datang. Ada biaya dibantu donasi ada yang sendiri. Kalau di Jakarta seperti kebakaran, banjir, hampir semua. Kena Covid, batal semuanya," kata Dedy.

Pandemi COVID-19 juga berdampak pada penghasilan Dedy dan para badut di bawah naungan ABI. Dedy pun harus menjual beberapa aset rumah tangganya demi menutup biaya kebutuhan sehari-hari.

"Saya punya usaha online. Saya sudah jual kulkas online, tv online, hahaha. Saya sudah banyak jualan di media sosial, pakaian saya, sepatu badut saya yang sekiranya saya jual untuk nutup. Karena makan setiap hari, job tidak tiap hari," kelakar Dedy.

Meski demikian, ini bukan pertanda bahwa Dedy dan ABI telah menyerah. Dedy masih begitu rindu untuk menyebarkan keceriaan pada anak-anak lewat atraksinya sebagai badut.

Ia berharap, setelah pandemi berlalu, perlahan-lahan ABI akan bangkit kembali dan mengembalikan senyum anak-anak yang membutuhkan.


(nad/vys)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT