ADVERTISEMENT

Kisah Panglima Badut Sahabat Anak kanker, Yatim Piatu, dan Korban Bencana Alam

Nada Celesta - detikNews
Minggu, 05 Jun 2022 06:48 WIB
Jakarta -

Komunitas Aku Badut Indonesia (ABI) mungkin sudah tak asing lagi bagi sebagian orang. Kerap muncul di televisi, para anggota ABI tampil dengan riasan bedak tebal, pakaian mencolok, dan fasih memperagakan ekspresi lucu. Lewat aksinya, para seniman badut ini menghibur banyak orang, terutama anak-anak.

Dedy 'Delon' Rachmanto merupakan salah satu dari lima pendiri ABI. Ia telah jatuh cinta pada pertunjukan badut di usia 10 tahun. Semua dimulai saat ia menonton sebuah pertunjukan sirkus, dan di sanalah ia melihat sosok badut yang membuatnya tertawa terbahak-bahak. Mulai saat itu, tumbuh minat Dedy untuk mempelajari atraksi badut.

Namun, cita-cita Dedy terhalang restu orang tua. Keduanya menyayangkan pilihan Dedy untuk serius menjalani profesi badut. Orang tuanya melihat, masa depan Dedy tidak akan terang dengan pilihan karir itu.

"Terutama bapak ya, bapak tuh paling tidak suka. 'Ngapain jadi badut?' Dulu tahun 1980-an lihat badut itu terhina banget. Memang sampai sekarang pun masih memiliki paradigma negatif," kenang Dedy saat ditemui tim detikcom untuk program Sosok (5/6/2022).

Kekhawatiran tersebut juga menyebabkan Dedy tak diperbolehkan melanjutkan studi di Institut Kesenian Jakarta. Akhirnya, ia pun terpaksa mengubur mimpinya dengan berkuliah di jurusan Perhotelan Universitas Sahid Jakarta.

Lepas dari bangku kuliah, Dedy bekerja sebagai room boy satu tahun lamanya. Namun, jiwanya memberontak. Hatinya tak pernah tenang selama bekerja di sana.

Baginya, dunia yang ia dambakan ada di luar sana, di mana ia bisa menghibur anak-anak dengan aksi kocaknya sebagai badut.

"Kerja di hotel, stresnya luar biasa. Setahun saya keluar dan keluarnya juga tidak resmi. Saya memakai seragam, saya bicara sama HRD, 'Saya ingin keluar,' 'Ingin keluar ke mana?' 'Ya keluar,' saya bilang. Udah saya keluar saja, tidak minta surat pengalaman, ya keluar saja. Saya ingin menjadi badut," terang Dedy.

Meski banyak rintangan, Dedy tetap menjalani profesinya sebagai badut dengan sepenuh hati. Bagi Dedy, tak ada yang bisa menggantikan rasa senang saat membuat anak-anak yang dihiburnya tertawa dan kembali ceria.

saksikan kelanjutan kisah Dedy Delon di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT