Purnama & Meletusnya Merapi Pernah Jadi Guyonan Para Geolog
Rabu, 07 Jun 2006 13:59 WIB
Jakarta - Bulan purnama selalu diartikan macam-macam oleh sekelompok orang. Ada yang mempercayai saat itu adalah waktu keluarnya mahkluk-makhluk gaib. Jika dikaitkan dengan Merapi, ada yang meyakini Gunung Merapi akan meletus lebih dahsyat saat itu. 'Gosip' ini cukup ramai diperbincangkan hari ini. Apalagi lima hari lagi bulan purnama datang. Benarkah saat itu Gunung Merapi akan meletus dahsyat?Meski tak ada satu orang pun yang dapat memastikan, namun keterkaitan purnama dan Merapi pernah menjadi guyon para ahli geologi. Hal itu disampaikan ahli geologi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Dr Dwikorita Karnawati, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (7/6/2006)."Dulu, jauh sebelum Merapi mengeluarkan awas panas, ada ahli geologi yang nyeletuk jangan-jangan Merapi akan meletus saat purnama. Tapi itu cuma gojek (gurauan), kita belum pernah meneliti," ujar Rita, panggilan akrab perempuan ini.Karena belum ada survei keterkaitan dua hal itu, maka Dwikorita enggan mengemukakan hipotesa. Apalagi menurut dia, harus ada pengamatan khusus. Karena itu hingga kini belum ada penjelasan ilmiah yang cukup untuk menyimpulkan hal itu.Penelusuran di internet ada yang menyebutkan ada korelasi antara purnama dengan intensitas erupsi alias keluarnya magma ke permukaan pada gunung berapi di Hawaii. Ditanya soal ini, Rita menyatakan, tidak bisa secara serta merta diterapkan untuk semua kasus. "Baru ada satu data yang katanya ada hubungan purnama dengan erupsi. Itu tidak bisa dijadikan kesimpulan. Bisa saja itu kebetulan," tandas Rita.Semantara itu Kepala Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Radomo Purbo mengatakan, secara teori memang ada hubungan antara bulan purnama dengan gunung berapi di Hawaii."Kenapa punya hubungan? Soalnya lava di Hawaii itu encer sekali atau memiliki sifat basaltis," cetus Radomo.Seperti halnya air laut, maka lava encer yang ketika masih di dalam perut gunung bernama magma, itu pun akan mengalami pasang surut sesuai kondisi bulan. Pada saat bulan penuh di atas, maka akan terjadi pasang, sehingga magma akan tertarik ke luar gunung.Untuk kasus Merapi, lanjut dia, memerlukan studi lebih lanjut. Karena kondisi lava Merapi berbeda dengan gunung di Hawaii. "Lava di Merapi juga tidak mengalir. Jadi harus ada kajian lebih jauh. Apakah nyata-nyata ada hubungan atau hanya kebetulan saja," kata Radomo.
(nvt/)











































