Bahagia dan Haru Selimuti Kedatangan Jemaah Haji RI di Madinah

ADVERTISEMENT

Bahagia dan Haru Selimuti Kedatangan Jemaah Haji RI di Madinah

Yulida Medistiara - detikNews
Sabtu, 04 Jun 2022 20:16 WIB
Suasana Kedatangan Jemaah Haji RI di Madinah
Suasana Kedatangan Jemaah Haji RI di Madinah (Foto: Dok. Kemenag)
Jakarta -

Jemaah Haji Indonesia kloter pertama dari embarkasi Solo (SOC 1) tiba di Madinah, Arab Saudi. Kedatangan jemaah haji tersebut disambut haru dan bahagia usai tertunda 2 tahun akibat pandemi COVID-19.

Sebanyak 358 jemaah mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) sekitar pukul 09.58 waktu Arab Saudi (WAS). Kedatangan jemaah haji disambut oleh Duta Besar Indonesia di Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad, Konjen RI di Jeddah Eko Hartono, Konsul Haji KJRI Jeddah yang juga Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Nasrullah Jasam dan Kepala Daker Bandara Haryanto.

Sementara itu dari pihak Arab Saudi yang hadir menyambut jemaah SOC 1 adalah Deputi Urusan Ziarah Kementerian Haji dan Umrah Abdurrahman al Bejawi.

"Kami sangat bergembira bisa menyambut kloter pertama jemaah haji Indonesia bersama Deputi Urusan Ziarah Kementerian Haji dan Umrah Abdurrahman al Bejawi," ujar Abdul Aziz dalam keterangan tertulis Kemenag, Sabtu (4/6/2022).

"Saya merasakan bahagia dan haru. Ini sudah ditunggu banyak orang, masyarakat Indonesia. Mereka sudah lama menunggu lama, apalagi setelah tertunda dua tahun karena pandemi," ujarnya.

Abdul Aziz meminta seluruh jemaah tetap menjaga kesehatan. Meski penyebaran COVID-19 sudah terkendali, jemaah tetap harus disiplin protokol kesehatan. Selain itu, kondisi Saudi sangat panas.

"Jemaah jangan lupa minum dan makan. Semoga semuanya diberi kesehatan dan bisa menunaikan ibadah dengan baik," ujarnya.

Konjen RI di Jeddah yang juga ikut menyambut jemaah menambahkan selama di Madinah mengatakan jemaah akan menjalani ibadah Arbain, yaitu salat berjemaah di Masjid Nabawi selama 40 waktu.

"Masa tinggal jemaah di Madinah maksimal sembilan hari. Selesai Arbain, jemaah akan diberangkatkan ke Mekah untuk menunaikan ibadah umrah lalu menunggu sampai tiba fase puncak haji," tuturnya.

Adapun kedatangan jemaah haji kloter pertama dari Solo itu menandai dimulainya fase kedatangan jemaah haji Indonesia. Para jemaah mendapat penyambutan khusus dari pejabat Indonesia serta Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Jemaah haji mendapat bunga sebagai bentuk penghormatan. Sementara panitia Saudi menyiapkan panggung kecil untuk dilewati jemaah sambil mendapat siraman bunga.

Jemaah juga mendapat hadiah dalam kemasan kotak yang berisi sajadah dan kurma. Senandung thala'al badru juga mengiringi kedatangan jemaah menambah keharuan suasana di Terminal Haji Bandara Internasional AMMA Madinah.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Haryanto mengatakan seluruh petugas telah siap menyambut jemaah haji asal Indonesia. Ada empat tahapan yang dilalui jemaah selama di Bandara Madinah. Turun dari pesawat, jemaah akan menjalani pemeriksaan Imigrasi dan pengecekan barang.

Kemudian, jemaah haji diarahkan untuk memasuki terminal haji. Setelah itu, jemaah akan beristirahat di paviliun bandara sambil menunggu keseluruhan jemaah dalam satu kloter rampung menjalani pengecekan dan lain-lain.

"Tahap akhir adalah jamaah dibawa ke hotel di Madinah. Waktu perjalanan ke hotel sekitar 30 menit," ujarnya.

Cerita Haru Jemaah Haji

Kisah haru diungkapkan seorang jemaah haji asal Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Mintoro Kuslan (46). Mintoro merasa senang dan bahagia akhirnya bisa tiba dengan selamat di Tanah Suci.

"Alhamdulillah kita sudah sampai. Kita senang dan haru, setelah lama menunggu, tahun ini bisa menginjakkan kaki kita di Tanah Suci. Saya merasa haru dan bangga sekali. Kami diperlakukan sangat istimewa oleh pemerintah. Saya sangat senang sekali dan bangga bisa menginjakkan kaki di sini," ujarnya.

Ungkapan senada disampaikan Puji Lestari, jamaah SOC 1 asal Pati. Dia mengatakan berangkat haji merupakan perjuangan luar biasa.

"Sungguh luar biasa. Saya tidak menyangka bisa sampai di sini. Ini perjuangan yang luar biasa. Ya Allah," ujarnya sembari terisak menangis.

Jemaah asal Margorejo Pati, Ahmad Zein Fattah, mengaku tidak bisa menggambarkan kebahagiaannya saat dapat menginjakkan kaki untuk kali pertama di Kota Nabi, Madinah Al-Munawwarah.

(yld/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT