ADVERTISEMENT

Bamsoet Ingatkan Pemilik Senjata Api Bela Diri Mesti Rajin Asah Skill

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Jumat, 03 Jun 2022 21:46 WIB
PERIKHSA
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri Indonesia (PERIKHSA) Bambang Soesatyo menegaskan setiap pemilik senjata api bela diri mesti punya keterampilan memadai. Sebab, senjata api mesti digunakan secara bertanggung jawab.

Terkait keterampilan penggunaan senjata api bela diri, PERIKHSA akan membuat DPD di setiap wilayah yang memiliki minimal 20 anggota. Dengan begitu pembinaan terhadap pemilik izin khusus senjata api bela diri bisa dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan.

"Sebagai bagian dari upaya pembinaan, PERIKHSA bersama International Defensive Pistol Association (IDPA) akan menyelenggarakan Lomba Asah Keterampilan Menembak, pada Agustus 2022. Sebelumnya, pada akhir Juni dan awal Juli 2022, PERIKHSA akan kembali menyelenggarakan Seminar Aspek Hukum Atas Senjata Api Bela Diri, bersama Badan Intelijen dan Keamanan Polri serta IDPA. Melanjutkan kesuksesan seminar Aspek Hukum yang telah diselenggarakan pada Maret 2022 lalu, untuk memberikan edukasi mengenai kepemilikan dan penggunaan senjata api bela diri," jelas Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (3/6/2022).

"Dari aspek hukum administrasi, misalnya tentang perijinan; dan dari aspek hukum pidana, misalnya tentang delik-delik penyalahgunaan senjata api serta sanksi yang dapat, atau yang tidak dapat diterapkan," lanjutnya.

Saat menghadiri member gathering sekaligus halal bihalal PERIKHSA di Kantor Sekretariat PERIKHSA, Jakarta, Ketua DPR RI ke-20 itu menjelaskan PERIKHSA secara rutin juga menggelar latihan menembak untuk para anggotanya. Bamsoet mengatakan karena kemampuan menembak merupakan skill yang harus selalu diasah, jika tidak dilatih secara berkala dikhawatirkan terjadi penurunan.akurasi daya tembak. Selain itu, lanjutnya, sebagai bagian lifestyle PERIKHSA sudah bekerja sama dengan brand jam tangan Luminox, memproduksi jam tangan limited edition untuk para anggota PERIKHSA.

"Kita akan melakukan MoU dengan PERBAKIN untuk menyewa salah satu lapangan tembaknya agar bisa digunakan secara rutin di hari dan jam tertentu, sebagai tempat latihan menembak bagi anggota PERIKHSA. Dengan memiliki agenda resmi latihan, para anggota bisa rutin datang untuk saling bersilaturahim. Sekaligus berdiskusi dan tukar pikiran, mendatangkan pihak kepolisian sebagai narasumber, hingga para pelaku usaha senjata api untuk mengetahui perkembangan terkini seputar persenjataapian," papar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menerangkan PERIKHSA mendukung berbagai langkah dan kebijakan yang dilakukan pemerintah serta institusi kepolisian dalam rangka meningkatkan pemahaman, kompetensi, dan literasi hukum bagi setiap pemilik izin senjata api beladiri. PERIKHSA juga mendorong upaya penegakan hukum yang lebih optimal terkait kepemilikan dan penyalahgunaan senjata api ilegal.

Dengan langkah tersebut, sambung Bamsoet, diharapkan tidak ada lagi kasus 'koboi jalanan' dan arogansi dari pemilik senjata api ilegal, penyalahgunaan senjata api untuk aksi kriminalitas dapat semakin ditekan dan perdagangan senjata api ilegal dapat diberantas.

"Karena itu, PERIKHSA juga akan meningkatkan koordinasi dengan Polri untuk melakukan pendataan secara lengkap siapa saja yang sudah mendapatkan izin kepemilikan senjata api bela diri, by name by address, untuk kemudian kita ajak bergabung dalam organisasi PERIKHSA. Selain juga kita bangun database yang kuat, sehingga jika ada pemilik yang menyalahgunakan izin khusus penggunaan senjata api bela diri, bisa segera dikenakan sanksi. Karena pada prinsipnya, izin kepemilikan senjata api adalah untuk membela diri, bukan untuk gagah-gagahan ataupun pamer kekuatan," ujar Bamsoet.

(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT