ADVERTISEMENT

Ada 160 Kasus DBD di Jakpus, Pemkot Minta RW Aktifkan Jumantik

Anggi Muliawati - detikNews
Jumat, 03 Jun 2022 19:28 WIB
Mosquito sucking blood on a human hand
Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta -

Pemerintah Kota Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus) mengimbau RT/RW untuk mengaktifkan kegiatan juru pemantau jentik (jumantik). Hal itu agar kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jakpus menurun.

"Jadi kami harapkan seluruh RW diaktifkan jumantiknya ya. Jadi kalau ini diaktifkan tiap Jumat insyaallah ini DBD kita nol," kata Wakil Wali Kota Jakpus Irwandi kepada wartawan, Jumat (3/6/2022).

Dia mengatakan akan mengubah pola pengendalian DBD. Dia menyebut pihaknya bakal melakukan penyemprotan lebih awal.

"Jadi jangan sampai udah ada kasus baru kita mulai semprot-semprot. Itu pola lama. Sekarang kita lakukan penyemprotan diawal, jumantik diawal agar kasus nol. Jangan udah ada laporan baru nyemprot. Itu gaya lama. Sekarang kita ubah," katanya.

Irwandi berharap dengan cara-cara baru yang akan dilakukan, dapat menekan kasus DBD di Jakpus. Menurutnya, setelah pandemi menurun, kasus DBD pun harus menurun.

"Kita berharap dari Pemkot Jakpus semua dengan arahan Pak Wali, semua dengan arahan Dinkes, kita berharap DBD ini tidak ada lagi. Ya karena kemarin kita COVID sudah melandai, jangan nanti malah DBDnya yang naik ya," katanya.

Sementara itu, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat mencatat ada sebanyak 160 kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jakpus. Angka tersebut dinilai cukup tinggi.

"Angka terakhir tercatat 160 kalau naik pasti naik, karena kan yang dilaporkan itu kumulatif jadi setiap ada kasus baru kan pasti naik," kata Kepala Sudin Kesehatan Jakpus Erizon Safari saat dihubungi.

"Sebenarnya dari Maret sudah ada tren naik, Maret, April itu, cuma naiknya nggak terlalu signifikan," sambungnya.

Erizon mengatakan penyebab tingginya kasus DBD salah satunya adalah musim hujan. Dia menyebut banyaknya genangan menjadi pemicu jentik-jentik nyamuk.

"Ya kalau ngomong teorinya iya, karena kalaupun bukan murni musim penghujan, karena kan curah hujan tinggi sehingga disinyalir banyak genangan yang apabila tidak di manajemen dengan baik bisa potensial jadi tempat menetas telur nyamuk (DBD)," katanya.

Simak video 'Fogging Bisa Memberantas Nyamuk Penyebab DBD? Ini Kata Ahli':

[Gambas:Video 20detik]

(isa/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT