ADVERTISEMENT

Elite PDIP: Ganjar Ambil Gayanya Jokowi, Seolah Dia Berprestasi

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 02 Jun 2022 21:35 WIB
Trimedya Panjaitan
Trimedya Panjaitan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Elite PDIP Trimedya Panjaitan kembali buka suara terkait kegundahannya kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Trimedya membaca Ganjar seperti ingin mengikuti gaya Presiden Joko Widodo (Jokowi), tapi dengan kondisi minim prestasi.

Trimedya awalnya menanggapi pernyataan Ganjar yang menegaskan bahwa capres PDIP semua berada di tangan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia menyebut semua juga mengetahui hal itu.

"Ya semua juga tahu kan," kata Trimedya saat dihubungi detikcom, Kamis (2/6/2022).

Trimedya lantas mengungkap dirinya sebetulnya tidak punya hubungan jelek dengan Ganjar selama ini. Namun, dia mengungkap ada pergumulan dalam dirinya terhadap Ganjar yang tidak pernah menunjukkan rekam jejaknya.

"Gua tidak ada yang menyuruh, apakah Mbak Puan atau siapa, gitu. Gua tidak punya hubungan jelek dengan Pak Ganjar. Dia pasca itu masih ngucapin selamat sama gua dan gua balas foto Mbak Puan jempol begitu, dia balas foto Puan juga," ucapnya.

"Kalau gua cuma satu aja. Ini dari pergumulan gua aja, Indonesia ini harus dipimpin yang tahu rekam jejaknya. Pak Ganjar ini tidak pernah diini rekam jejaknya. Motif gua itu aja menyampaikan. Coba beri tahu sama gua apa sih prestasi dia. Jawa Tengah 8 tahun dia jadi gubernur, jadi maju?" lanjut Trimedya.

Trimedya lalu berbicara soal Ganjar yang seolah-olah mau mengikuti gaya Jokowi. Dia menyebut Ganjar mencoba meniru tapi tanpa adanya prestasi.

"Kalau Jokowi, dia mau mengambil gayanya Jokowi. Jokowi kan jelas. Gimana dia membawa pasar. Jadi seolah-olah dia berprestasi. (Jokowi) jadi gubernur juga di DKI walaupun 1 sampai 2 tahun, berprestasi. Nah dia apa prestasinya coba. Malah Jawa Tengah termasuk salah satu provinsi termiskin. Nah opo meneh," ujarnya.

Wakil Ketua MKD DPR ini juga mengungkap kegundahan masyarakat Jateng terhadap Ganjar, khususnya atlet KONI Jateng. Menurut mereka, kata dia, Ganjar tidak memperhatikan para atlet tersebut.

Namun di sisi lain, Ganjar tetap datang ke acara Pekan Olahraga Nasional (PON). Dia juga menyinggung Ganjar yang kerap melakukan setting capres.

Atas dasar itulah, dia mengakui ada kegundahan sebagai sesama kader PDIP. Dia bahkan memberi Ganjar nilai 6,5.

"Iya sebagai kader ya. Gua bukan bilang dia jelek. Tapi kalau nilai dari 1 sampai 10, dia 6,5. Kalau kita kuliah dulu, itu lulus kan. 5 juga lulus tapi bukan excellent, apalagi cum laude. Nah apakah pemimpin Indonesia mau seperti itu?" tuturnya.

"Yang mau gua tunjukkan apa prestasi Ganjar. Yang mau gua sampaikan tolong tunjukkan prestasi dia. Di DPR maupun di gubernurlah 8 tahun ini. Kalau untuk PDIP udah jelas nggak ada di Jateng," lanjut dia.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT