Analisis Seksolog soal Geger Bisa-bisanya Pria Onani di KRL

ADVERTISEMENT

Analisis Seksolog soal Geger Bisa-bisanya Pria Onani di KRL

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 02 Jun 2022 15:36 WIB
KRL melintas di kawasan Rawajati, Jakarta, Jumat (14/12/2018). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan
Foto ilustrasi KRL (Dok. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta -

Fenomena pria onani di dalam KRL kawasan Jabodetabek kembali terjadi. Bagaimana pandangan seksolog tentang peristiwa onani ini?

Seksolog klinis Zoya Amirin, M.PSI., FIAS, memberi pandangan tentang fenomena ini. Awalnya, Zoya menjelaskan tentang apa itu perbuatan asusila dan apa itu penyimpangan seksual.

Zoya menjelaskan penyimpangan seksual adalah peristiwa di mana seseorang ingin mendapatkan orgasme dengan cara menampilkan alat kelaminnya ke orang lain, termasuk dengan cara masturbasi. Zoya menerangkan pelaku penyimpangan seksual itu melakukan masturbasi atau memamerkan alat kelaminnya ketika ada orang berteriak, kemudian dia ejakulasi. Aksi seperti itu, katanya, dinamakan ekshibisionisme.

"Jadi dia nunggu teriakannya, nunggu reaksinya, baru dia menjerit. Jadi kalau misalnya orangnya teriak, dan langsung diam lagi itu memberikan efek kepuasan pada ekshibisionis ini," ujar Zoya saat berbincang dengan detikcom, Kamis (2/6/2022).

Tim ahli Komnas HAM dalam kasus pelecehan pegawai KPI, Zoya Amirin (Nahda RU/detikcom)Zoya Amirin (Nahda RU/detikcom) Foto: Tim ahli Komnas HAM dalam kasus pelecehan pegawai KPI, Zoya Amirin (Nahda RU/detikcom)

Selain ekshibisionisme, ada lagi masalah penyimpangan seksual yang kerap dilakukan di tempat umum, yakni frotteurisme.

"Frotteurisme itu adalah individu yang menampilkan alat kelaminnya, jadi dia caranya berejakulasi adalah kalau dia berdiri orangnya duduk dia gesek-gesekin pundaknya si korban itu atau dia gesek-gesekin di pinggulnya orang orang itu. Jadi yang merangsang nggak pada satu, dua perempuan, tapi ada beberapa perempuannya dan itu di tempat ramai," jelas Zoya.

Lalu bagaimana dengan pria yang onani di KRL?

Diketahui, video seorang pria diduga tengah onani di dalam KRL viral di Twitter. PT KAI Commuter menanggapi video viral pria diduga onani tersebut.

Dalam video yang direspons KAI seperti dilihat, sesosok pria duduk di kursi KRL yang terlihat sepi. Di seberang kursi pria itu, ada seorang perempuan.

Wajah pria tersebut disensor dengan gambar kartun. Video diduga aksi onani tersebut menyoroti bagian pinggang hingga ke bawah dari laki-laki itu.

Kembali ke pandangan Zoya, menurutnya, pelaku yang melakukan onani di depan perempuan itu tidak masuk kategori penyimpangan seksual. Zoya menegaskan peristiwa ini adalah murni kasus asusila.

"Kalau menurut saya ini adalah orang normal yang melakukan perbuatan asusila dan pantas untuk dikenakan hukuman. Karena dia diam-diam dan melihat satu orang, dia menyukai mungkin perempuan itu, ini bukan masalah baju atau segala macam, ini juga kalau orangnya sudah punya niatan itu dia duduk lalu dia onani, menurut saya ini benar-benar pure kasus asusila," tegas Zoya.

Menurut Zoya, pria yang viral ini pantas dihukum karena mengganggu keamanan orang lain dan di tempat publik lagi. Dia juga mengatakan pelaku onani di KRL ini sama dengan pelaku begal payudara dan pemerkosa.

"Menurut saya, sama seperti begal-begal itu, begal payudara. Saya sebenarnya nggak setuju dengan aksi begal payudara atau pelemparan sperma itu kan juga orang disebut eksibisionis, itu salah banget, karena kalau orang eksibisionis itu dia nunggu teriakan dulu baru dia istilahnya mainin penisnya untuk masturbasi," ucapnya

"Lalu orang-orang ini kenapa sih? Orang-orang ini adalah orang yang tidak mampu mengekspresikan seksualitasnya dengan sehat, seperti juga orang biasa yang melakukan perkosaan, kan banyak orang yang melakukan perkosaan tapi tidak memiliki penyimpangan. Kalau menurut saya ini orang-orang yang tidak mampu mengekspresikan seksualnya, dia nggak tahu tempat, kan kalau masturbasi ya masturbasi tapi kan harusnya dilakukan di ranah private tidak dilakukan di ranah publik," lanjutnya.

Zoya juga menegaskan orang-orang pelaku menyimpang belum tentu melakukan perbuatan asusila. Dia juga menilai orang yang tidak memiliki penyimpangan tapi melakukan hal tidak senonoh itu lebih seram ketimbang orang yang memiliki perilaku seksual menyimpang.

Dia berharap pelaku bisa dihukum menggunakan aturan pada UU TPKS. Sebab, aksi onani di KRL ini bisa membuat trauma korban.

Lihat video 'Bikin Jijik! Pria Ini Terekam Sedang Onani di KRL':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT