Nikahi Adik Jokowi, Ketua MK Anwar Usman Tepis Isu Perkawinan Politik

ADVERTISEMENT

Nikahi Adik Jokowi, Ketua MK Anwar Usman Tepis Isu Perkawinan Politik

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 02 Jun 2022 11:53 WIB
Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda berfoto dalam pernikahan Ketua MK Anwar Usman-adik Jokowi, Idayati, Kamis (26/5/2022).
Jakarta -

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman menikahi adik Jokowi, Idayati. Anwar Usman menepis hal itu sebagai perkawinan politik.

"Wah, apakah saya tahu bahwa almarhum istri saya akan meninggal, dan saya tidak kenal kok (dengan Idayati). Demi Allah. Kenal Oktober 2021, nggak ada hubungan," kata Anwar Usman.

Hal itu disampaikan dalam kuliah umum di Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang yang disiarkan di channel YouTube MK, Kamis (2/6/2022). Anwar Usman dalam kesempatan itu menepis pernikahannya dengan Idayati sebagai pernikahan politik.

"Misalnya ada yang menuding, ini perkawinan politik. La, saya bukan partai politik. Apa yang saya cari? La untuk apa? Pak Jokowi juga tidak bisa lagi ikut Pilpres 2024, sudah dua periode," kata Anwar Usman.

Anwar Usman menyatakan berbagai rumor itu adalah risiko jabatan hakim. Sebab, pengadilan adalah dunia yang penuh dengan fitnah dan caci maki.

"Dunia peradilan penuh dengan fitnah, penuh caci maki," ujar Anwar Usman.

Anwar Usman kemudian mengenang kariernya yang merangkak dari nol. Hingga akhirnya bisa menjadi Ketua MK, bahkan bisa menikahi adik Jokowi.

"Semakin banyak caci maki, semakin banyak pahala untuk saya. Alhamdulillah dinaikkan derajatnya menjadi Ketua MK, malah dapat putri Solo terakhir," kata Anwar Usman, yang disambut tepuk tangan peserta kuliah umum.

Sebagaimana diketahui, Anwar Usman menikahi Idayati pada Kamis, 26 Mei 2022. Saat itu, Anwar Usman statusnya duda dan Idayati statusnya janda. Pernikahan ini dinilai bisa membuat konflik kepentingan bagi Anwar Usman karena banyak kepentingan Presiden yang diadili di MK.

Menurut Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Julius Ibrani, Anwar Usman harus mundur dari jabatan hakim konstitusi. Sebab berlaku Pasal 17 ayat 4 UU No 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, yang menegaskan:

Ketua majelis, hakim anggota,jaksa, atau panitera wajib mengundurkan diri dari persidangan apabila terikat hubungan keluarga sedarah atau semenda sampai derajat ketiga, atau hubungan suami atau istri meskipun telah bercerai dengan pihak yang diadili atau advokat.

"Artinya, Anwar Usman sebagai hakim MK harus mundur dari pemeriksaan perkara pengujian undang-undang, yang jumlahnya rata-rata 79 perkara setiap tahun. Belum termasuk perkara perselisihan hasil pemilu," ucap Julius tegas.

Simak Video 'Fakta dan Momen Pernikahan Adik Jokowi-Anwar Usman':

[Gambas:Video 20detik]




(asp/yld)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT