Henry Pribadi Sebut Soeharto dan Habibie dalam BAP
Rabu, 07 Jun 2006 01:03 WIB
Jakarta -
Pengusaha Henry Pribadi diperiksa oleh penyidik Mabes Polri pada tanggal 1 Juni 2006.Henry menyebut-nyebut nama mantan Presiden Soeharto dan BJ Habibie dalam kasus penjualan saham di PT Chandra Asri dengan pengusaha Prajogo Pangestu.Kuasa hukum Henry, Lucas menyatakan bahwa dalam BAP Henry Pribadi di Mabes Polri tanggal 1 Juni 2006 terungkap nama Pak Harto dan Pak Habibie. Oleh karena itu Prajogo Pangestu harus dipanggil untuk mengklarifikasi hal tersebut."Apakah betul Pak Harto dan Pak Habibie menyampaikan hal demikian. Untuk jelas dan terang, Pak Prajogo Pangestu harus dipanggil dan diperiksa," tutur Lucas dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Rabu (7/6/2006).Pernyataan Lucas tersebut sekaligus mengoreksi pemberitaan detikcom sebelumnya dengan judul 'Henry Pribadi Minta Polisi Periksa Soeharto dan Habibie'. Henry menurut Lucas tidak pernah meminta polisi untuk memeriksa Soeharto dan Habibie. Namun polisi harus memanggil Prajogo karena Prajogo mengklaim bahwa Soeharto dan Habibie meminta kepemilikan saham di PT Chandra Asri berada di satu tangan."Saya berani bersumpah, nama-nama (Pak Harto dan Pak Habibie) itu ada terungkap dalam BAP karena saya melihat dengan mata sendiri," ujarnya.Henry menurut Lucas sebenarnya tidak mau mengungkapkan nama Soeharto dan Habibie namun karena penyidik meminta Henry menyampaikan yang sejujurnya apa dan bagaimana kata-kata Prajogo yang tidak tertulis dalam tiga akta. "Maka Pak Henry akhirnya terpaksa mengungkapkan dalam BAP bahwa Pak Prajogolah yang mengatakan bahwa Pak Harto dan Pak Habibie mengatakan harus satu tangan pada Pak Prajogo," jelasnya.Lebih lanjut, Lucas meminta Mabes Polri segera menahan Prajogo yang statusnya sekarang menjadi tersangka. Prajogo dikhawatirkan akan menghilangkan barang bukti dan kabur ke luar negeri.
(ddn/)










































