ACT Akan Bangun 5 Ribu Rumah di Bantul, Yogyakarta
Selasa, 06 Jun 2006 23:34 WIB
Yogyakarta - Pasca gempa bumi, Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan membangun 5 ribu rumah di wilayah Kabupaten Bantul. Sebagai percontohannya, di Dusun Kedaton Kidul Desa Pleret Kecamatan Pleret akan dibangun sekitar 148 rumah dengan konstruksi tahan gempa."Untuk proyek percontohannya akan kita bangun sekitar 148 rumah di Kedaton Kidul. Setelah berhasil akan kita bangun ditempat lain," kata Humas ACT Yogya, Abdul Aziz kepada detikcom di Pleret Bantul, Selasa (6/6/2006).Menurut Aziz, rumah tahan gempa yang akan dibangun tersebut sebagian besar menggunakan bahan-bahan milik warga yang masih tersisa baik kayu, genting maupun batu bata. Luas bangunan rencananya sekitar 45 meter persegi ukuran 7 X 6,5 meter, lengkap dengan ruang tamu, dua kamar tidur, dapur dan kamar mandi. "Prinsipnya semua bahan yang tersisa dari gempa kemarin akan kita manfaatkan agar tidak memberatkan," katanya.Untuk konstruksi katanya tetap menggunakan bahan beton, tapi semua bidang akan terkait dan menyatu sehingga akan kuat dan kokoh. Untuk kedalaman fondasi mencapai 80 sentimeter dan akan diisi dengan pasir padat sehingga akan tahan getaran. Sedang tembok akan menggunakan batu bata dan genting juga genting biasa bukan asbes.Sementara itu Ketua ACT Yogya, Ahyudin menambahkan untuk pembangunan akan dibagi dalam beberapa kelompok, masing-masing beranggotakan sekitar 15-18 orang.Mereka akan terlibat dalam pembangunan rumah tersebut. Pada tahap pertama ini, warga saat ini bekerja gotong-royong di rumah salah seorang warga untuk menurunkan genting dan meruntuhkan tembok sebelum dibangun lagi.Menurut Ahyudin, rumah dengan konstruksi tahan gempa yang dibangun di Kedaton Kidul tersebut membutuhkan anggaran Rp 45 juta per unitnya.Total anggaran yang dibutuhkan untuk membangun 5.000 unit rumah serupa sebesar Rp 225 miliar. Dananya diperoleh dari para donator ACT di dalam maupun luar negeri. Untuk pilot project ini, ACT menggandeng sejumlah lembaga, di antaranya LAZIS UII, Masyarakat Relawan Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), PT Elnusa dan lembaga-lembaga lain.
(ddn/)











































