Bayati Lahirkan 4 Bayi Kembar, 2 di Antaranya Meninggal
Selasa, 06 Jun 2006 19:20 WIB
Palembang - Apa yang dialami Bayati (35), tentu jarang dialami oleh ibu-ibu lainnya. Di rahimnya terdapat empat bayi hasil buah cinta dengan suaminya, Sulaiman (37). Dan hari Minggu (4/6/2006), Bayati pun melahirkan keempat bayinya dengan sukses. Bayati jelas bahagia dengan kehadiran empat buah hatinya sekaligus itu. Namun, kesedihan menghinggapi Bayati tidak lama kemudian. Sebab, pada Senin (5/6/2006), dua dari keempat bayi yang dilahirkannya itu meninggal dunia. Kedua bayi yang meninggal itu telah diberi nama Triyatin dan Pormad. Triyatin merupakan bayi perempuan ketiga yang lahir dengan berat 9 Ons. Sedangkan Pormad merupakan bayi keempat berjenis kelamin laki-laki. Berat Pormad 1,1 kg. Memang, kedua bayi ini lahir dengan bobot badan di bawah rata-rata bayi normal. Setelah dilahirkan, Triyatin dan Pormad sempat menjalani perawatan di ruang Neonatus Intensive Care Unit (NICU), Rumah Sakit Umum Moehammad Hoesin, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang. Namun, nyawa kedua bayi ini tidak tertolong lagi. Sedangkan, dua bayi perempuan kembar lainnya - yang diberi nama Wahidah Rahmah (berat 8 ons, lahir pertama kali) dan Saidah Isnaini (berat 8 ons, nomor dua) - kini masih dalam perawatan intensif tim dokter. "Kedua bayi ini dalam kondisi sehat. Mereka masih dalam ruang inkubator dan dipasang oksigen," kata dr Julniar M Tasli, penanggung jawab bagian Neonatus Departemen Anak RS Moehammad Hoesin, Selasa (6/6/2006). Julniar lebih jauh menjelaskan, bayi yang beratnya di bawah 1 kg sangat rentan meninggal. Apalagi, saat dilahirkan mereka dibawa dengan ambulans yang tidak dilengkapi dengan alat bantu pernafasan (oksigen)."Fungsi paru-paru mereka belum matang. Karenanya, meski sempat masuk ruang NICU, namun, kedua bayi Bayati (Triyatin dan Pormad) tidak bisa diselamatkan," jelas dia lagi. Berita kematian dua bayi pasangan Bayati dan Sulaiman itu langsung menyebar di kampungnya, di Sungai Lais. Rumah mungil milik Sulaiman pun dipenuhi para pelayat yang silih berganti berdatangan. Halaman kantor lurah terlihat ramai, karena rumah Sulaiman berada tepat di sebelahnya. Di halaman tersebut, duduk beberapa orang tetangga dan sanak keluarga yang tengah sibuk memahat nama di papan nisan. Sementara di rumah Sulaiman, sanak saudara dan tetanga lainnya menyiapkan kain kafan dua bayi kembar itu. Sulaiman sendiri sibuk di rumah sakit menemai dua anaknya yang masih hidup. Terutama, untuk mempersiapkan tambahan darah untuk anak kembarnya."Kata dokter, bayi kembar yang cukup bulan memang jarang terjadi, jadi dua anak saya tetap selamat ini saya tetap bahagia. Meskipun saya sangat berharap, keempatnya tetap hidup bersama, besar bersama," kata Sulaiman, Selasa (6/6/2006).
(asy/)











































