Anif Tawarkan Diri Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri

Anif Tawarkan Diri Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri

- detikNews
Selasa, 06 Jun 2006 18:12 WIB
Denpasar - Pantas saja Noordin Moh Top tidak kehabisan amunisi untuk melakukan aksi peledakan di Indonesia dengan motif bom bunuh diri. Sebab, tawaran menjadi pelaku bom bunuh diri justru mengalir deras, tanpa paksaan. Salah satu orang yang menawarkan diri menjadi pelaku bom bunuh diri adalah Anif Solchanuddin, terdakwa Bom Bali II. Hal ini disampaikan Anif saat menjadi saksi mahkota bagi terdakwa Bom Bali II lainnya, Abdul Aziz, dalam sidang di PN Denpasar, Jl. Sudirman, Selasa (6/6/2006). Sidang dipimpin oleh I Nyoman Gede Wirya. "Saya menawarkan diri menjadi pelaku bom bunuh diri. Saat itu ustad (Subur Sugiarto) bilang sedang mencari tiga orang (pelaku bunuh diri)," kata Anif. Keinginannya itu disampaikan Anif pada bulan Juli 2005. Namun, akhirnya Anif tidak terpilih menjadi pelaku bom bunuh diri di Bali 1 Oktober 2005. Tidak dijelaskan alasan kenapa ia batal melakukan aksi bom bunuh diri di Bali. Setelah melihat dampak bom Bali II, Anif mengaku ragu menjadi pelaku bom bunuh diri. "Dua minggu setelah bom Bali, Subur bertanya apakah saya masih bersedia menjadi pelaku bom bunuh diri, namun saya ragu," katanya. Setelah menjadi saksi mahkota, Anif menjalani persidangan sebagai terdakwa. Persidangannya menghadirkan satu orang saksi dari Polda Bali yaitu Budi Sumanto. Persidangan terdakwa bom Bali II lainnya, yaitu Dwi Widiyarto menghadirkan dua orang saksi, yaitu korban Dwi Esti Setiawati dan karyawan kafe Raja's Suratin Nurdin. (asy/)


Berita Terkait