ADVERTISEMENT

Saksi Ungkap Skenario Eks ART Nirina Zubir demi Kuasai Sertifikat Tanah

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Selasa, 31 Mei 2022 18:14 WIB
Jakarta -

Pekerja lepas pengurusan izin bernama Cito dihadirkan dalam sidang kasus dugaan mafia tanah dengan korban artis Nirina Zubir. Cito mengungkap siasat eks asisten rumah tangga (ART) Nirina Zubir, Riri Khasmita, demi menguasai sertifikat hak milik (SHM) ibunda Nirina.

Jaksa penuntut umum (JPU) awalnya bertanya mengenai pekerjaan Cito yang kemudian mengaku sebagai freelancer alias pekerja lepas pengurusan izin. Dia kemudian menjelaskan soal teman lamanya yang merupakan seorang notaris, Faridah, mengajak bertemu. Faridah turut serta membawa Riri Khasmita dalam pertemuan ini.

"Jadi, kita sudah lama tidak kontak, tidak komunikasi, terus sekitar tahun 2020 itu saya juga tidak pernah tahu nomor beliau, tahu-tahu ada telepon masuk saya angkat tak tahunya Faridah, minta ketemu, karena kita memang tidak pernah ketemu," kata Cito saat menjadi saksi di sidang kasus dugaan mafia tanah di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Selasa (31/5/2022).

"Dalam pertemuan itu siapa yang datang?" tanya jaksa.

"Saya, Faridah dengan Riri," jawab Cito.

Dia mengatakan Faridah kemudian bercerita apa maksud pertemuan itu. Faridah, katanya, meminta tolong agar Cito berperan seolah berada di pihak Ibu Nirina Zubir terkait sertifikat tanah.

"Jadi seolah-olah pada saat itu tuh saya dari pihak yang diceritakan itu kan tanah saudara almarhum Ibu Cut untuk meyakinkan kepada ahli waris," ujar Cito.

Cito mengungkap tugasnya hanya memberi tahu ahli waris, yang dalam hal ini adalah keluarga Nirina Zubir. Cito menyampaikan sesuai arahan Faridah dan Riri tentang sertifikat tanah ibunda Nirina Zubir yang dibuat seolah-olah hilang.

"Jadi pada saat itu dari pihak ahli waris mempertanyakan surat-suratnya orang tuanya itu, awalnya kepada notaris dan kepada Rere, karena mereka tidak berani bertemu akhirnya saya coba menyampaikan bahwa saya sedang dalam proses, dikarenakan sertifikat itu hilang," ujar Cito.

Cito mengatakan dirinya kemudian menggelar pertemuan dengan ahli waris, dalam hal ini keluarga Nirina Zubir sebanyak tiga kali. Cito berperan seolah-olah dirinya menjadi pihak yang dititipkan pengurusan sertifikat tanah oleh ibunda Nirina Zubir. Padahal. Cito tak saling kenal dengan ibunda Nirina Zubir.

"Bahwasanya saya dianggap mengenal saudara almarhum dan dipasrahi untuk mengurus surat itu," ucap Cito.

"Padahal itu tidak pernah?" tanya jaksa.

"Tidak pernah," jawab Cito.

Pada pertemuan kedua, lanjut Cito, pihak ahli waris meminta beberapa bukti surat pengurusan sertifikat tanah. Cito mengaku dicecar keluarga Nirina Zubir terkait perkenelannya dengan almarhum Cut Indria.

"Pertemuan ketiga banyak banget beberapa pertanyaan yang tidak sesuai dengan apa yang saya sampaikan, dalam arti 'kalau memang Bapak mengenal Ibu saya kenapa nomor saya tidak pernah ada di handphone mamanya'," ujar Cito sambil menirukan ucapan keluarga Nirina Zubir.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT