Dukung RUU APP, Ribuan Warga Bandung Turun ke Jalan
Selasa, 06 Jun 2006 15:42 WIB
Bandung - Sekitar 2.000 orang kembali turun ke jalan memadati gedung Pemprov Jawa Barat (Jabar) di Jl. Diponegoro, Bandung. Mereka meminta RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP) segera disahkan. Massa berasal dari 43 organisasi masyarakat (Ormas) yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Jabar. Massa antara lain terdiri dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), dan PKS. Sebagian besar massa adalah kaum ibu yang mengenakan jilbab warna hijau dan berikat kepala.Aparat kepolisian dari Polres Bandung Tengah cukup menjaga ketat aksi ini. Polres Bandung Tengah menurunkan ratusan personelnya. Mobil water cannon juga disediakan. Dalam aksinya, massa menggelar spanduk 'Bhinneka Tunggal Ika Yes, Pamer Aurat No," atau "Goyang Ngebor, Goyang Ngecor dan Goyang Patah-patah Adalah Sampah Seni". Dalam aksi ini, ribuan demonstran dihibur oleh aksi pertunjukan drumband. "Kami menolak draf RUU APP kedua. Itu bukan untuk memberantas pornografi. Tapi hanya mengatur saja. Itu tidak cukup," ujar Ketua Forum Ulama Ummat Islam (FUUI) Athian Ali saat berorasi di atas panggung kecil di depan pintu gerbang Pemprov Jabar. Athian Ali menilai draf RUU APP versi kedua jauh lebih buruk dibandingkan dengan draf usulan pertama. Ia meminta agar pemerintah tidak menggunakan revisi draf yang kedua.
(asy/)











































