Survei: Pria Asia Doyan Seks, Tapi Malu Mengaku DE
Selasa, 06 Jun 2006 13:27 WIB
Jakarta - Usia tidak mempengaruhi kejantanan pria di atas ranjang. Terbukti, 42 persen pria di atas usia 40 tahun memiliki profil Asian Vitalsexsual alias suka seks. Namun pria sering malu mengaku mengalami disfungsi ereksi (DE). Bagaimana dengan Anda?Hasil survei internasional tentang seksualitas pria ini disampaikan pakar seks Naek L Tobing di Mid Plaza, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (6/6/2006).Penelitian yang disponsori oleh Buyer Health Care dilakukan pada Februari hingga April 2006 dengan 5.010 responden pria di Asia.Hasilnya, Taiwan mempunyai angka populasi Asian Vitalsexsual yang tinggi yakni 63 persen. Sedangkan Singapura dan Malaysia angkanya mencapai 37 persen dan 39 persen.Di Asia, jelas Naek, 4 dari 5 pria di atas 40 tahun mengatakan bahwa seks bagian penting dari hidup, 71 persen pria Asia berusia di atas 40 tahun menganggap penting hubungan seks yang spontan dan hampir 9 dari 10 pria berusia di atas 40 tahun menganggap penting untuk memberi kepuasan pada pasangannya dalam hubungan badan.Bahkan, 60 persen pria di atas 40 tahun mengatakan akan melakukan pengobatan terhadap disfungsi ereksi."Pria yang kami teliti yang punya profil Asian Vitalsexsual ini angkanya lebih tinggi daripada Eropa dan Amerika yang hanya 18 persen," kata Naek.Menurut dia, survei ini menggugurkan mitos bahwa pria hanya memikirkan diri sendiri dalam melakukan hubungan seks.Malu DELebih lanjut, Naek menyatakan 1 dari 3 pria berusia 40 tahun mengalami disfungsi ereksi setidaknya sekali dalam hidupnya.Masyarakat di Asia terutama di Indonesia seringkali malu mengatakan bahwa dirinya mengalami disfungsi ereksi (DE). Padahal ini merupakaan masalah besar."Kalau bisa diterobos, maka keduanya bisa bahagia. Soalnya ereksi salah satu indikator masalah kesehatan. Kalau menurun berarti something wrong," ujarnya.Dikatakan dia, apabila seorang pria tidak mampu mencapai kepuasan selama 2 minggu atau paling lama 1 bulan, harus berkonsultasi ke dokter.Ada dua obat memacu kejantanan yaitu afrodisiaks yang didapat antara lain dari ginseng, kafein, dan ekstasi. Risikonya, jantung berdebar lebih keras sehingga akan berpotensi sakit jantung.Obat kedua erektogenik yang hanya memacu aktivitas penis saja. Obat itu antara lain viagra, levitra, dan vialis. Dikatakan Naek, pasien yang menggunakan levitra 92% berhasil dalam ereksi. Kalaupun tidak berhasil resikonya hanya wajah panas, pening, dan keluar ingus.Makan terong, pare, dan leunca yang disebut-sebut akan mempengaruhi ereksi, tidaklah benar. Namun merokok dan minum alkohol bisa mengakibatkan DE. Masyarakat juga harus waspada terhadap anaknya yang mengalami kegemukan karena akan mengalami mikropenis.
(aan/)











































