Soekarno HUT ke-105, Soeharto 85

Soekarno HUT ke-105, Soeharto 85

- detikNews
Selasa, 06 Jun 2006 11:50 WIB
Soekarno HUT ke-105, Soeharto 85
Jakarta - Soekarno dan Soeharto -- presiden pertama dan kedua Indonesia -- sama-sama lahir pada bulan Juni. Bila masih hidup, Soekarno hari ini berulang tahun ke-105. Sedangkan Soeharto akan berulang tahun ke-85 pada 8 Juni 2006.Soekarno dilahirkan dengan nama Kusnososro pada 6 Juni 1901. Ayahnya bernama Raden Sukemi, seorang guru di Surabaya. Ibunya berasal dari Bali. Karena sering sakit-sakitan ketika masih kecil, maka menurut kebiasaan orang Jawa, oleh orangtuanya namanya diganti menjadi Soekarno.Menurut catatan kamus Wikipedia, di kemudian hari ketika menjadi Presiden RI, bapak Megawati ini mengubah namanya sendiri menjadi Sukarno. Alasannya, Soekarno menggunakan ejaan penjajah (Belanda).Meski demikian, proklamator ini tetap menggunakan nama Soekarno dalam tanda tangannya karena tanda tangan tersebut adalah tanda tangan yang tercantum dalam Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang tidak boleh diubah. Sebutan akrab untuk Ir Soekarno adalah Bung Karno.Soekarno menjadi presiden pada 1945-1967. Proklamator bangsa ini meninggal dunia pada 21 Juni 1970 dan dimakamkan di Blitar.Biasanya, hari ulang tahun Soekarno diperingati bersamaan dengan haul. Perayaan terbesar terjadi pada seabad Soekarno yang jatuh pada 2001 lalu.Sementara, Soeharto lahir pada 8 Juni 1921 di Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta. Dengan demikian, Pak Harto -- panggilan akrabnya -- akan berulang tahun ke-85 pada Kamis 8 Juni 2006.Keluarga Cendana serius memperingati ulang tahun Pak Harto. Setidaknya pada Jumat 2 Juni lalu, anak keempat Pak Harto, Mbak Titik, menyambangi daerah bencana gempa di Jawa Tengah dan Yogyakarta dengan membawa satu truk bantuan untuk memperingati 85 tahun Soeharto. Bantuan itu salah satunya sembako yang dibungkus dalam tas kain warna putih.Tas kain itu bertuliskan 85 Tahun Haji Mohammad Soeharto. Angka 85 dibingkai dengan padi dan kapas. Isi tas itu adalah mi instan, susu, kecap, gula pasir, beras serta buku tulis. Selain itu, Mbak Titik juga membawa logistik lainnya dan uang semiliar rupiah.Menyongsong HUT ke-85 Pak Harto, masalah hukum masih membelitnya. Sejumlah kelompok masyarakat menggugat Jaksa Agung karena mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Perkara (SKP3) kasus Soeharto.Isi SKP3 itu adalah menghentikan penuntutan dugaan korupsi Soeharto pada tujuh yayasan yang dipimpinnya dengan alasan kondisi fisik dan mental terdakwa yang tidak layak diajukan ke persidangan. SKP3 itu dikeluarkan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Mei 2006.Sidang gugatan praperadilan itu hari ini memasuki sidang kedua yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Penggugat meminta agar SPK3 itu dicabut.Sedangkan Kejagung saat ini mengarahkan kasus Soeharto sebagai kasus perdata.Foto:Bingkisan dari Pak Harto (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads