Ekspor Kerajinan dan Mebel Antik dari Bantul Macet
Selasa, 06 Jun 2006 10:11 WIB
Bantul - Akibat bencana gempa yang melanda wilayah DIY dan Jawa Tengah, industri kerajinan, keramik dan mebel antik terancam tidak bisa diekspor. Pasalnya, pusat-pusat industri yang berada di wilayah Bantul dan Kodya Yogyakarta ambruk. Banyak tempat usaha hancur dan pengusaha belum memulai produksinya."Sampai saat ini karyawan saya masih libur. Saya belum tahu kapan bisa memulai, karena rumah karyawan kami terkena gempa. Mungkin minggu depan," kata Ny Kartika, pemilik Galeri Seni Wicak, di Jalan Imogiri Barat, Bantul, Yogyakarta, Selasa (6/6/2006).Di sepanjang Jalan Imogiri Barat merupakan salah satu pusat industri kerajinan, baik keramik, mebel antik maupun benda-benda antik lainnya. Sampai saat ini, sebagian besar bengkel-bengkel kerajinan masih tutup. Apalagi banyak bangunan yang runtuh maupun retak-retak."Saat ini, prioritas saya adalah memperbaiki bangunan. Sudah bisa dipastikan pesanan ekspor untuk bulan Juli dan Agustus tersendat, karena produksi banyak yang hancur," tambah Kartika.Situasi yang sama juga menimpa industri kerajinan keramik Kasongan, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Hampir seluruh keramik di wilayah tersebut hancur akibat gempa berkekuatan 5,9 SR pada Sabtu 27 Mei lalu. Sampai saat ini, warga dan pengusaha di pusat industri tersebut masih membersihkan puing-puing keramik yang hancur.
(jon/)











































