ADVERTISEMENT

Ulasan Buruk Sungai Aare Disorot, Kemlu Ajak Netizen Fokus Doakan Eril

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 29 Mei 2022 12:51 WIB
Ridwan Kamil bertemu Kepala Polisi Maritim Urs Käller dan Kepala Polisi Regional Thomas Müller saat proses pencarian Eril (Foto diambil dari situs resmi Kemlu RI kemlu.go.id)
Ridwan Kamil bertemu dengan Kepala Polisi Maritim Urs Käller dan Kepala Polisi Regional Thomas Müller saat proses pencarian Eril (Foto diambil dari situs resmi Kemlu RI kemlu.go.id)
Jakarta -

Netizen Indonesia memberi ulasan buruk di Google pada Sungai Aare, lokasi putra Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz atau Eril, hilang. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengajak netizen fokus mendoakan keluarga Ridwan Kamil.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Teuku Faizasyah, mengatakan hal terbaik yang bisa dilakukan saat ini adalah mendoakan keluarga Ridwan Kamil. Pesan ini disampaikan khususnya untuk netizen Indonesia.

"Di saat Pak Ridwan Kamil beserta keluarga sedang bersusah hati dan di saat pemerintah Swiss terus melakukan upaya maksimal mencari Saudara Emmeril Mumtadz, seyogianya hal terbaik yang dapat dilakukan masyarakat dan khususnya para netizen Indonesia adalah mendoakan," kata Teuku Faizasyah kepada wartawan, Minggu (29/5/2022).

Sebelumnya, di tengah pencarian ini, media Swiss mengabarkan aksi warganet Indonesia yang merespons kejadian ini dengan memberi ulasan buruk pada Sungai Aare di Google.

Adalah media lokal Swiss, 20min.ch, yang menyoroti aksi warganet Indonesia memberi rating bintang satu untuk Sungai Aare. Dikutip dari situs media lokal Swiss tersebut, Minggu (29/5/2022), mereka menyoroti ulasan Google netizen Indonesia pada Sungai Aare.

"Untuk mengungkapkan kepedulian mereka terhadap Emmeril Mumtadz, banyak orang Indonesia kini telah menggunakan fungsi ulasan Google. Ketika melihat peringkat, tampak bahwa banyak ulasan yang baru saja ditinggalkan memberi sungai Swiss hanya satu bintang, mereka hampir secara eksklusif berasal dari akun dengan nama Indonesia," tulis media 20min.ch.

Mereka menyoroti ulasan bahwa sungai itu berbahaya. Beberapa warganet tercatat meminta agar Sungai Aare ditutup.

"Banyak yang menggambarkan sungai itu berbahaya, beberapa menyerukan agar sungai ditutup karena arus kuat yang terjadi di beberapa bagian Aare dan kemungkinan besar berakibat fatal bagi Mumtadz," ujarnya.

Meski demikian, media lokal Swiss juga mengatensi warganet yang memberi bintang lima ulasan Sungai Aare. Mereka yang melakukan hal ini kebanyakan berpesan untuk tidak menghakimi situasi keamanan di negara tersebut.

Simak Video 'Sederet Usaha Tim Penyelamat Cari Eril di Sungai Aare':

[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT