Serba-serbi Aturan Saat Ganjil Genap di 26 Lokasi 'Diaktifkan' Lagi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 29 Mei 2022 05:48 WIB
Sepeda masih dilarang melintas di tiga ruas jalan yang menerapkan sistem ganjil genap. Salah satunya di Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.
Ilustrasi lalu lintas di kawasan ganjil genap Sudirman. (Rengga Sencaya/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta memutuskan memperluas zona ganjil genap di Jakarta. Dari yang semula ada di 13 titik, kini zona ganjil genap di Jakarta diperluas menjadi 26 titik.

Perluasan kawasan ganjil genap di 26 titik Jakarta pernah diterapkan pada 2020. Hal ini mengacu kepada Pergub Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Pergub Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.

Namun kemudian pada 2021 Pemprov DKI Jakarta meniadakan ganjil genap di sebagian ruas jalan dan hanya diberlakukan di 8 titik ruas jalan saja. Hal ini seiring dengan pemberlakuan PPKM darurat di masa awal pandemi COVID dan di sisi lain pemerintah melakukan penyekatan mobilitas masyarakat di 100 titik ruas jalan.

Pada Kamis (25/5) lalu, Dishub DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya dan instansi terkait lainnya memutuskan zona ganjil genap diperluas menjadi di 26 lokasi. Ganjil-genap di 26 titik Jakarta mulai diberlakukan pada 6 Juni 2022.

Berikut serba-serbi aturan ganjil genap di 26 titik Jakarta yang dirangkum detikcom.

Uji Coba Penindakan 6-12 Mei

Direktur Lalu lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan penindakan di zona lama ganjil genap tetap berlaku sebagaimana biasanya. Sedangkan untuk di 13 lokasi ganjil genap yang baru masih akan disosialisasikan kepada masyarakat hingga 5 Juni nanti dan penindakannya baru diuji coba mulai 6 Juni.

"Kemudian tanggal 6-12 Juni selama seminggu kita akan laksanakan uji coba," ujar Kombes Sambodo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (27/5/2022).

Pelanggar Tak Ditilang Selama Uji Coba

Selama uji coba tersebut, kata Sambodo, polisi akan melakukan penindakan terhadap pelanggar. Akan tetapi pengendara yang kedapatan melanggar ganjil genap tidak akan diberi sanksi tilang, melainkan baru teguran saja.

"Uji coba dalam arti, ketika ada pelanggaran di 13 kawasan yang baru tersebut, tidak langsung kita berikan tindakan dengan tilang, tapi kita laksanakan dengan peneguran," kata Sambodo.

Polisi akan melakukan penjagaan secara stasioner di lokasi baru di 13 titik kawasan ganjil genap tersebut. "Artinya anggota sudah berjaga, kemudian kalau ada yang melanggar, kita berhentikan, kemudian kita lakukan peneguran," sambungnya.

Baca di halaman selanjutnya: tilang diberlakukan mulai 13 Juni.

Simak Video 'Ganjil Genap DKI Jadi 26 Titik, Apa Kata Warga?':

[Gambas:Video 20detik]