Pemerintah Diminta Tingkatkan Kesiagaan Hadapi Bencana Alam

Rhazef Putra - detikNews
Jumat, 27 Mei 2022 17:33 WIB
Lestari Moerdijat
Foto: MPR
Jakarta -

Upaya menghadapi potensi bencana alam dinilai Wakil Ketua MPR RI Letari Moerdijat harus terus ditingkatkan. Ia mengatakan setiap daerah di Indonesia harus memiliki kajian risiko dan rencana penanggulangan untuk menghadapi bencana alam di Tanah Air.

"Kesiapan daerah menghadapi potensi bencana alam harus terus ditingkatkan di tengah dampak perubahan iklim yang menyebabkan kondisi cuaca ekstrem di berbagai daerah di Indonesia," kata Lestari dalam keterangannya, Jumat (27/5/2022).

Ia menjelaskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sepanjang periode 1 Januari 2022 hingga 18 Mei 2022 terjadi 1.552 kali bencana alam di Indonesia. Namun, hingga saat ini baru 50% kabupaten/kota yang memiliki kajian risiko dan rencana penanggulangan bencana di daerahnya.

Menurut Lestari, dengan potensi terjadinya bencana alam yang tinggi di Indonesia penting bagi pemerintah pusat dan setiap pemerintah daerah memiliki langkah antisipasi terhadap bencana yang terukur.

Ia mengatakan memiliki kajian risiko dan rencana penanggulangan bencana yang baik di setiap daerah merupakan langkah strategis dalam upaya mengantisipasi sejumlah potensi bencana.

"Langkah antisipatif dalam menghadapi bencana alam harus terus dikedepankan agar bangsa ini dapat terus menekan potensi munculnya korban akibat bencana alam," ujarnya.

Ia berharap agar nilai-nilai solidaritas dan gotong-royong masyarakat harus terus ditanamkan agar dorongan untuk sigap bahu membahu membantu para korban bencana alam, semakin besar.

"Dengan kesiapan setiap daerah dalam mengantisipasi bencana alam dan solidaritas masyarakat yang tinggi potensi bencana alam yang ada di Indonesia dapat dihadapi dengan baik," jelasnya.

Di tengah tingginya potensi bencana alam di Tanah Air, ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut menjaga kelestarian alam dan lingkungan tempat tinggal, lewat membiasakan diri menjaga kebersihan lingkungan.

"Kepedulian bersama antara para pemangku kepentingan dan masyarakat harus dibangun, agar kewaspadaan kita dalam menghadapi potensi bencana alam di Tanah Air terus meningkat," pungkas Rerie.

(prf/ega)