Bareskrim Duga Tersangka DNA Pro Sembunyikan Aset di Virgin Islands

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 27 Mei 2022 17:22 WIB
Bareskrim Gelar Jumpa Pers soal Kasus DNA Pro
Para tersangka kasus DNA Pro (Azhar/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri menduga tersangka kasus robot trading DNA Pro menyembunyikan aset hasil kejahatannya di Kepulauan Virgin (Virgin Islands). Hal itu didapatkan dari hasil pelacakan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Ada hasil dari tracing asset follow the money dari PPATK ada beberapa transaksi yang dikirimkan ke luar negeri. Ada satu yang ke Virgin Islands," kata Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Yuldi Yusman kepada wartawan, Jumat (27/5/2022).

Virgin Islands terletak di Kepulauan Leeward di Laut Karibia. Yuldi tidak menjelaskan lebih detail lokasi di Virgin Islands yang diduga menjadi tempat tersangka DNA Pro menyembunyikan aset.

Yuldi mengatakan pihaknya masih melakukan pelacakan dan pengembangan lebih lanjut terkait aset tersangka yang berada di negara tersebut. Yuldi mengatakan pihaknya belum bisa memastikan skema keuangan tersebut.

"Tetapi sedang kami dalami untuk masalah penarikan dari sananya," katanya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri terus mengusut kasus robot trading DNA Pro Akademi. Kini sebanyak 14 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan tiga orang di antaranya masuk DPO (daftar pencarian orang).

"Ada 11 tersangka, dan 3 tersangka masih dalam pencarian yang diduga ada di luar negeri," kata Dittipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/5).

Whisnu mengatakan modus yang dilakukan para tersangka adalah menggunakan skema Ponzi. Dia mengatakan keuntungan yang diiming-imingi pelaku adalah palsu.

"Di sini saya sampaikan bahwa DNA Pro ini suatu kegiatan yang kami duga robot trading dengan metode Ponzi. Kita lihat bahwa keuntungan yg didapat member sebenarnya keuntungan yang pura-pura, manipulatif," kata Whisnu.

Simak berita lengkapnya pada halaman berikut.