Minta Maaf, Dirut Jelaskan Skema Ponzi pada DNA Pro

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 27 Mei 2022 16:33 WIB
Jumpa pers kasus robot trading DNA pro di Mabes Polri
Dirut DNA Pro Daniel Abe (Azhar Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri telah menetapkan 14 tersangka kasus robot trading DNA Pro. Salah satu tersangka, Daniel Abe, yang merupakan Direktur Utama (Dirut) DNA Pro, mengucapkan permintaan maaf.

"Saya Daniel Abe, saya selaku Direktur Utama DNA Pro, saya meminta maaf sebesar-besarnya untuk para kolega, kepada keluarga, kepada member, dan saya sudah bertanggung jawab atas semua itu sampai detik ini," kata Daniel saat konferensi pers di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/5/2022).

Daniel mengatakan DNA Pro awalnya tidak memiliki sistem trading yang menyimpang. Namun, kata Daniel, seiring berkembangnya member, sistem yang dimiliki tak siap sehingga tercipta skema Ponzi.

"Awalnya, aplikasi DNA Pro itu memang sangat baik. Tapi memang berkembangnya pesat untuk member dan ketidaksiapan sistem kami, maka terjadilah skema piramida itu. Jadi memang skema piramida itu terjadi, dan skema piramida itu terjadi uangnya memang balik ke member ke member lagi," katanya.

Selanjutnya, Daniel mengaku bahwa dialah yang membangun DNA Pro hingga berujung di tangan Bareskrim. Dia berharap robot trading lainnya tak berakhir seperti DNA Pro.

"Ya harus diakui juga bahwa DNA Pro perusahaan yang saya bangun, dan saya berterima kasih ke pihak Bareskrim dan pihak terkait yang sudah membantu sampai saat ini. Dan terakhir saya mau bilang bahwa industri robot trading supaya ke depannya harus lebih maju lagi dari sekarang," katanya.

Baca berita selengkapnya di halaman berikut

Simak Video: Bos Robot Trading DNA Pro Minta Maaf Saat Rilis

[Gambas:Video 20detik]