KSAD Minta Prajurit Koordinasi ke Pemda Bantu Atasi Masalah Minyak Goreng

Wildan Noviansah - detikNews
Jumat, 27 Mei 2022 15:41 WIB
KSAD Jenderal Dudung (dok. TNI AD)
KSAD Jenderal Dudung (Foto: dok. TNI AD)
Jakarta -

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman meminta jajarannya berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) terkait masalah minyak goreng. Dia berharap prajurit TNI AD bisa membantu mengatasi masalah minyak goreng.

Permasalahan terkait minyak goreng ini dibahas saat Dudung menggelar pertemuan virtual dengan kodam, korem, hingga kodim di wilayah Kodam Jaya/Jayakarta, Kodam III/Siliwangi, Kodam IV/Diponegoro, Kodam V/Brawijaya, dan Kodam IX/Udayana.

Dari pemaparan yang disampaikan para Pangdam, ditemukan harga minyak goreng masih di atas harga eceran tertinggi (HET). Hal itu disebut terjadi karena pengecer masih menjual stok lama.

Beberapa daerah, katanya, menjual minyak goreng sesuai HET atau di bawah HET, seperti di Sumenep Rp 12.750 per liter. Namun, di wilayah Garut, masih ada pengecer yang menjual minyak goreng dengan harga Rp 25 ribu per liter.

Dudung memerintahkan jajarannya bekerja sama dengan pemerintah daerah melakukan sidak pasar secara intensif. Dia mengimbau jajarannya melakukan pengecekan hingga ke konsumen.

"Lakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah konkret terkait ketersediaan stok, dan harga dapat dikendalikan dengan melakukan operasi pasar di wilayah-wilayah yang harganya masih tinggi," kata Dudung dalam keterangannya, Jumat (27/5/2022).

Dudung berpesan kepada jajarannya terus memantau untuk mengendalikan distribusi minyak goreng di berbagai daerah.

"Terus lakukan pemantauan agar harga minyak goreng betul-betul dapat dikendalikan supaya dampak harga dari distributor dan pengecer ke konsumen tidak terlalu tinggi sehingga dapat mengatasi kesulitan ekonomi masyarakat," ucapnya.

(haf/haf)