Blokir Jalan Lantaran Kecewa, Massa Bentrok Dengan Polisi
Senin, 05 Jun 2006 20:12 WIB
Palembang - Bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa terjadi di Palembang. Senin (5/6/2006) siang tadi, massa dari Serikat Buruh Transportasi dan Angkutan (SBTA) Palembang bentrok dengan polisi di Lampu Merah Charitas, Palembang, Bentrokan ini terjadi lantaran, massa dari SBTA itu hendak bertemu dengan Gubernur Sumsel. Namun karena belum terakomodasi, mereka memblokir Jl Kapten Rivai dan Jl Jenderal Sudirman. "Karena kesal, sejumlah orang dari kami punya gagasan untuk melakukan aksi menutup jalan," kata Hasan, salah seorang pengunjuk rasa, di ruang Kasat Intel Poltabes Palembang, Senin (5/6/2006).Menurut Hasan, penutupan itu sama sekali tidak direncanakan sebelumnya. "Kami kesal, karena kami tidak ketemu Gubernur atau Sekda. Kami justru ketemu dengan pihak DLLAJ Sumsel yang tidak dapat memutuskan persoalan yang kami tuntut tersebut," jelas Hasan. Menurut Hasan, aksi penutupan Jalan Kapten Rivai dan Jalan Jenderal Sudirman sama sekali tidak direncanakan. "Karena kesal, sejumlah orang dari kami punya gagasan untuk melakukan aksi menutup jalan," katanya.Bentrokan bermula saat kaca sebuah bus mahasiswa pecah. "Mendengar kacar pecah, sejumlah polisi menyerang kami. Tapi, kami belum tahu siapa memecah kaca bus itu," kata Hasan yang juga terkena pukulan sejumlah polisi.Pengakuan yang sama dikatakan Ketua SBTA, Edi Pataya Tampubolon, aksi pemblokiran jalan memang tidak direncanakan sebelumnya. "Sejak awal kami tidak merencanakan atau terpikir aksi yang anarkis. Kami ingin aksi damai," katanya. Meskipun berakhir bentrok, Edi mengaku pihaknya akan terus melakukan aksi sampai tuntutan mereka terhadap Gubernur Sumsel Syahrial Oesman revisi SK Gubernur Sumatera Selatan No.561/KPTS/PLKHUB/2004 tentang bus angkutan khusus, terpenuhi. Adapun poin yang mereka tuntut agar bus mahasiswa Universitas Sriwijaya, dapat menarik atau mencari penumpang di Palembang, terutama pada hari libur Sabtu dan Minggu.Ditemui terpisah, Kasat Intelpam Poltabes Palembang AKP Fajar Budianto, mengatakan keributan antara polisi dan pengunjukrasa di Lampu Merah Charitas, Palembang, Senin (5/6/2006) bukan bentrokan. Tapi, kesalahpahaman. "Tidak ada bentrok. Tidak ada serang-menyerang antara petugas dengan demonstran. Itu hanya kesalahan komunikasi," kata Fajar kepada pers, di ruang kerjanya.Menurut Fajar, berdasarkan laporan dari lapangan, diduga adanya seorang provokator yang memanasi suasana aksi tersebut. "Hingga kini provokator itu tengah diperiksa," kata Fajar. Sementara pengunjukrasa yang ditengah diperiksa di kantor Poltabes Palembang adalah Edi Pataya Tampubolon dan Akbar Sirait. "Mereka adalah orang yang bertanggungjawab terhadap aksi tersebut," lanjutnya. Edi Pataya adalah Ketua SBTA Palembang dan Akbar Sirait adalah juru bicara aksi.Mengenai persoalan lain, termasuk tentang korban yang terluka, menurut Fajar itu merupakan wewenang Kepala Poltabes Palembang. "Kalau soal itu (korban luka) saya tidak tahu karena bukan wewenang saya. Itu, Bapak Kapoltabes." katanya. "Intinya, sekali lagi, saya katakan, itu tidak ada bentrokan," tegasnya.
(ary/)











































