10 Persen Dana BOS di Sumut Disinyalir Diselewengkan
Senin, 05 Jun 2006 19:50 WIB
Medan - Penyaluran tahap pertama dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di 25 kabupaten dan kota di Sumatera Utara (Sumut) disinyalir diselewengkan. Sedikitnya 10 persen dana BOS itu disinyalir diselewengkan.Pernyataan ini disampaikan Konsultan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS BBM) bidang pendidikan Dinas Pendidikan Sumut, Arifin Siregar kepada wartawan di Medan, Senin (5/6/2006).Dikatakan Arifin, dana BOS sebenarnya dipergunakan untuk membiayai kegiatan kesiswaan termasuk pengadaan buku pelajaran, administrasi pendaftaran siswa baru, biaya ujian, perawatan, dan peralatan sekolah. Akan tetapi karena ketidaktahuan dalam kepala sekolah dalam mengelolanya, sehingga terjadi pelanggaran atau penyimpangan sasaran seperti melakukan pembangunan sekolah."Pelanggaran ini pada umumnya ditemukan di daerah yang kurang dapat akses informasi. Sehingga pihak kepala sekolah memanfaatkan dana tersebut pada hal-hal yang seharusnya bukan menjadi sasaran dari dana BOS tersebut," katanya.Disebutkan Arifin, BOS diterapkan kepada seluruh SD, MI, SDLB, SMP, MTs, SMPLB baik negeri dan swasta, serta Salafiyah dan sekolah keagamaan nonIslam penyelenggara Wajar Dikdas 9 tahun setara SD dan SMP. Sementara untuk dana BKM diperuntukan bagi murid SMA, SMK, MA, dan SMLB baik negeri dan swasta. "Sebab dana BOS mutlak untuk peningkatan pendidikan siswa, bukan dana untuk kesejahteraan guru dan sekolah. Jadi ke depan jangan ada lagi alasan bahwa ada siswa miskin di Sumut yang putus sekolah karena masalah biaya," tegas Arifin.Bagi pihak sekolah atau siapapun yang terbukti melakukan tindak penyimpangan, kata Arifin, akan diberikan sanksi sesuai hukum dan peraturan yang berlaku. Pemblokiran dana untuk penyaluran periode berikutnya dan penghentian sementara untuk seluruh bantuan pada tahun berikutnya kepada kabupaten/kota dan propinsi, bilamana terbukti bahwa pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja dan tersistem untuk memperoleh keuntungan pribadi, kelompok, atau golongan.
(ary/)











































