Pasca Gempa, Gereja St.Antonius Kotabaru Masih Kolaps
Senin, 05 Jun 2006 19:05 WIB
Yogyakarta - Gempa berkekuatan 5,9 Skala Richter yang mengguncang Jogja 8 hari lalu,nampaknya masih menyisakan masalah bagi salah satu gereja terbesar diYogyakarta. Bagian bangunan Gereja Santo Antonius Kotabaru pun tak luput dariamukan gempa pagi itu.Bagian balkon lantai 2 yang biasanya digunakan umat untuk mengikuti misa, lumpuh total. Tiang penyangga lonceng gereja yang letaknya berdekatan dengan tempat duduk umat runtuh nyaris tak bersisa. Tangga darurat setinggi sekitar 10 m tampak dibangun dari susunan bambu untuk memberikan jalan alternative menjangkau lantai 2. Sementara satu-satunya patung yang kini masih bisa dipasang hanyalah patung Pieta.Seperti dituturkan saksi mata, yang juga petugas gereja, Saptono, saat gempa terjadi, misa harian pukul 06.00 pagi masih berlangsung. Begitu terasa goncangan, umat langsung berhambur keluar. Ketika agak reda, umat sempat masuk untuk menerima komuni sekaligus berkat terakhir, namun tak lama kemudian ketika terasa getaran, umat kembali berhamburan keluar.Melihat kondisi gereja yang nampak rapuh di bagian dalam, pihak gereja memutuskan untuk mengosongkan mimbar altar yang terletak di bagian tengah dan memindahkannya ke sayap utara gereja. Selain itu, lonceng gereja yang biasanya dibunyikan setiap 6 jam sekali tidak lagi dibunyikan untuk menghindari adanya goncangan yang memungkinkan makin runtuhnya bangunan.Kini, gereja yang nyaris berusia 80 tahun itu, melakukan pembenahan sembari menunggu uji kelayakan dari tim renovasi asal ITB dan Universitas Atmajaya. Akibat peristiwa ini, pihak gereja menunda perayaan 80 tahun gereja Santo Antonius Kotabaru, sementara waktu renovasi gereja yang sudah direncanakan sebelumnya terpaksa dibatalkan untuk pembenahan pasca gempa.Namun demikian, misa tetap berjalan seperti biasanya dengan keterbatasanyang ada.
(jon/)











































