Ogah Gotong Royong, Warga Malah Tunggu Relawan
Senin, 05 Jun 2006 17:44 WIB
Bantul - Para korban gempa Yogyakarta dan sekitarnya kini sibuk bergotong royong membersihkan puing rumah. Namun pada sebuah dukuh di Bantul, warga malah menunggu niat baik relawan.Di Dukuh Jembangan, Kelurahan Segoroyoso, Kecamatan Plered, Bantul, puing-puing rumah warga masih tampak berantakan. Hanya pemilik rumah yang membereskan rumah mereka masing-masing."Oh, gotong royong di sini kurang, Mas, nggak kayak daerah lain. Karena di sini banyaknya pedagang, mereka jadi mikir sendiri-sendiri," ujar Bardiman (47) kepada detikcom, Senin (5/6/2006).Kebanyakan warga adalah pedagang daging ayam, sapi, dan kuda. Sebagian juga memiliki peternakan. Mereka sibuk sendiri-sendiri membersihkan bata, kayu, dan genteng yang masih bisa dipakai.Bardiman pun hanya berdua dengan suaminya membersihkan puing rumah. Menurutnya, warga yang sudah membersihkan rumah biasanya membayar tukang atau memanggil kerabatnya dari luar kota."Yang bisa begitu orang kaya. Yang biasa-biasa bersih-bersih sendiri," cetusnya.Akibat bekerja sendiri-sendiri, rumah pun lama dibersihkan. Mereka mengharapkan bantuan dari sukarelawan untuk membrsihkan puing rumah. Tidak hanya itu, mereka juga berharap sukarelawan membantu mereka membangun kembali rumah yang hancur."Katanya kan yang roboh akan diganti Rp 30 juta. Mana cukup kalau ditambah biaya bayar tukang," tandas Bardiman.
(fay/)











































