Sibuk Ngurus Rumah, Warga Bantul Belum Masuk Kerja

Sibuk Ngurus Rumah, Warga Bantul Belum Masuk Kerja

- detikNews
Senin, 05 Jun 2006 16:24 WIB
Bantul - Aktivitas warga Bantul belum normal. Sebagian besar warga yang tertimpa bencana gempa belum mulai bekerja seperti biasa. Mereka masih sibuk mengurusi rumahnya yang roboh maupun mengurus nasib keluarga masing-masing.Sebagian besar warga Bantul yang terkena musibah bencana merupakan pekerja informal. Baik sebagai buruh bangunan, tukang becak, petani, buruh batik maupun bekerja di pusat-pusat kerajinan. Hanya sebagian kecil yang menjadi PNS.Gempa yang meluluhlantakkan kediaman mereka, membuat semua aktivitas sehari-hari berubah. Mereka tidak bisa lagi bekerja, karena rumah dan keluarganya roboh, bahkan banyak yang rata dengan tanah."Karena sehari-hari jadi buruh bangunan, kalo tidak kerja ya tidak dapat uang," kata Tarjo, warga Sindet, Imogiri Bantul kepada detikcom, Senin (5/6/2006).Pernyataan senada diungkapkan Sumarno, seorang petani warga Dusun Prancak Glondong, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Sejak terjadi gempa, sawahnya terbengkelai. "Sejak terjadi gempa hingga saat ini, sawah belum ditengok lagi. Padahal seharusnya sudah masuk masa pemupukan," kata Sumarno.Akibat semua aktivitas pekerjaan berubah menjadi mengurus rumah, belasan hektar sawah di Bantul terancam gagal panen. Penyebabnya, selain sawah-sawah tidak terurus, banyak saluran irigasi tertimbun bangunan.Untuk menyambung hidup, saat ini warga menggantungkan hidupnya dari bantuan yang diberikan oleh berbagai kalangan. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan menangani masalah tempat tinggal, sehingga kehidupan warga akan segera kembali normal. (jon/)


Berita Terkait