PMK Meresahkan, PPP Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi Hewan Ternak

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 25 Mei 2022 18:12 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PPP Ema Umiyyatul Chusnah
Foto: PPP-Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PPP Ema Umiyyatul Chusnah
Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PPP Ema Umiyyatul Chusnah meminta pemerintah untuk mempercepat vaksinasi hewan ternak guna mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Ia juga meminta pemerintah memperketat pengawasan karantina di setiap wilayah.

Umiyyatul menegaskan penyebaran Wabah PMK tidak hanya menyulitkan peternak, tetapi juga meresahkan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha.

"Di berbagai wilayah di Indonesia banyak hewan ternak yang terpapar PMK. Setidaknya sudah ada 15 provinsi yang terpapar PMK dengan daerah yang mayoritas masyarakatnya Islam," terang Umiyyatul dalam keterangan tertulis, Selasa (24/5/2022).

Ia menjabarkan 15 daerah yang terpapar PMK di antaranya Aceh, Bangka Belitung, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara.

Ia menuturkan kebutuhan masyarakat akan hewan ternak meningkat jelang Hari Raya Idul Adha. Namun, adanya wabah PMK ini disebutnya membuat masyarakat resah.

"PMK ini menyebabkan petani atau peternak mengalami kerugian," imbuhnya.

Ia mengulas saat ini terdapat 13.965 ekor hewan ternak yang sudah terpapar PMK. Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah untuk memastikan pencegahan penyebaran PMK dengan cara mempercepat proses vaksinasi ternak.

"Saat ini Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya sedang memproduksi vaksin untuk melawan virus PMK serotipe O/ME-SA/Ind/2001 yang beredar di Indonesia.Tentu ini menjadi salah satu solusi agar PMK dapat dicegah biar tidak semakin meluas," terang Umiyyatul.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah agar mengambil kebijakan pemberian kompensasi kepada petani atau peternak yang hewan ternaknya mati akibat terserang PMK.

"Momentum Idul Adha tahun ini merupakan kesempatan bagi masyarakat ber-euforia perayaan Hari Raya Idul Qurban setelah dua tahun dilarang akibat pandemi COVID-19," ujar Umiyyatul.

Simak Video 'Menteri Pertanian Jamin Idul Adha Tak Terganggu Wabah PMK':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)