Yogya Pascagempa
Pengemis Padati Jalan Imogiri
Senin, 05 Jun 2006 15:01 WIB
Bantul - Jalan Imogiri Timur, Bantul, DI Yogyakarta, semakin dipadati para peminta-minta. Sebagian di antara mereka adalah warga korban gempa. Sedang sebagian lainnya datang dari luar daerah Yogya. Mereka mengais rezeki dengan memanfaatkan momentum gempa. Pantauan detikcom pukul 14.40 WIB, Senin (5/6/2006), para pengemis itu berdiri di pinggir jalan tersebut. Mereka bergerombol. Sebagian dari mereka adalah anak-anak di bawah 10 tahun, sisanya adalah ibu-ibu separuh baya. Para peminta-minta ini bergerombol sambil membawa kotak sumbangan yang ditulisi 'korban gempa'. Untuk mengetuk hati para pengguna kendaraan, sebagian dari mereka nekat berdiri di bahu jalan, sehingga kendaraan pun terpaksa berjalan melambat. Wasino, warga Imogiri yang selamat dari bencana gempa menyatakan, banyak di antara pengemis itu bukan korban gempa. "Mereka datang dari berbagai daerah untuk menumpang mengais rezeki," kata Wasino. Meski begitu, warga setempat tak mempermasalahkan datangnya para pengemis dari daerah lain itu. "Tapi, banyak juga yang warga asli sini. Mereka memang banyak yang kehilangan rumah," ujar dia. Para pengemis ini tampak segar bugar, tidak terlihat luka di tubuh mereka. Salah seorang peminta-minta, Isna (7), saat ditemui detikcom mengaku meminta sumbangan karena disuruh oleh ibunya. Dia bercerita, selama ini uang hasil sumbangan dari pengendara kendaraan ini dikumpulkan ke posko bantuan. Setelah itu, bantuan akan disumbangkan kepada sejumlah warga korban gempa yang sangat membutuhkan. "Tapi hari ini kita dibebaskan, tidak harus menyetor ke posko. Jadi, uang sumbangan bisa kami kantongi sendiri," ujar dia. Pengemis lainnya, Adim, mengaku biasanya hanya mendapatkan Rp 20 ribu per hari. Namun hari ini dia mendapatkan uang yang cukup banyak. "Sekarang saya sudah mendapat Rp 75 ribu. Saya semakin semangat, karena hasil sumbangan ini untuk saya sendiri," aku Adim saat ditemui detikcom pukul 14.30 WIB. Banyaknya pengemis di pinggir jalan ini membuat para pengendara kendaraan merasa terganggu. "Jelas saya terganggu. Bukannya saya tidak mau membantu. Saya mau membantu, tapi tidak di jalan seperti ini," ujar Anton, salah seorang pengendara.
(asy/)











































