DPRD Kritik Proyek Mandek, Wagub DKI: ITF Bukan Cuma di Zaman Anies

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 25 Mei 2022 12:30 WIB
Wagub DKI Jakarta Riza Patria Kunjungi Korban Kebakaran Matraman
Foto: Rakha/detikcom
Jakarta -

Komisi D DPRD DKI Jakarta meminta proyek ITF Sunter dihentikan jika tak kunjung dikerjakan hingga masa jabatan Gubernur Anies Baswedan berakhir. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan perencanaan proyek ITF sudah melalui kajian matang.

"Tidak hanya administrasi, tapi juga sebelumnya ada perencanaan yang baik, sebelum perencanaan ada juga kajian dan semua melibatkan masyarakat luas. Jadi tidak sepihak diputuskan oleh Pemprov," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta kepada wartawan, Rabu (25/5/2022).

Riza juga menekankan rencana pembangunan ITF Sunter sudah ada sejak era kepemimpinan gubernur sebelumnya. Prinsipnya, lanjut Riza, setiap gubernur memiliki perhatian khusus dalam menuntaskan masalah pengelolaan sampah di Ibu Kota.

"ITF itu kan sudah melalui proses yang panjang. Membangun ITF bukan cuman di zaman Pak Anies. Periode-periode gubernur sebelumnya juga punya rencana yang sama untuk membangun tempat pengelolaan sampah yang baik yang memenuhi standar," ujarnya.

Politikus Gerindra itu mempersilakan jika ada kritik yang dilontarkan anggota dewan terkait ITF Sunter. Riza sekali lagi menegaskan setiap program melalui proses panjang.

"Silakan, semuanya punya hak untuk menyampaikan saran, kritik, kami Pemprov sangat terbuka. semuanya dipertimbangkan diperhatikan, secara baik dari semua kebijakan yang diambil dari proses yang panjang ya," tandasnya.

Sebelumnya, anggota DPRD DKI Jakarta Jamaludin Lamanda mengajak anggota dewan mengultimatum proyek intermediate treatment facility (ITF) Sunter yang mandek. Diketahui, proyek ini telah direncanakan sejak era Gubernur Fauzi Bowo atau Foke.

Ultimatum ini disampaikan oleh Jamaludin saat mengikuti rapat kerja Komisi D DPRD DKI Jakarta bersama Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, JakPro, dan Sarana Jaya pada Senin (23/5/2022). Jamaludin awalnya menyoroti proyek ITF Sunter yang masih mencari investor selama 4 tahun Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI.

"Sudah 4 tahun hanya mencapai itu saja, seingat saya ITF Sunter ini perencanaannya sudah ada semenjak direktur (sebelumnya). Dari Pak Foke ke Pak Jokowi, ke Pak Ahok, ke Plt Soni, ke Pak Anies Baswedan sudah 6 gubernur sampai sekarang sama Plt sampai sekarang lho Pak," kata Jamaludin di DPRD DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (23/5/2022).

Politikus PKB itu lantas mengaku pesimistis proyek ini bakal bergulir. Meski, menurutnya, proyek ITF dapat menjadi solusi dalam menyelesaikan permasalahan sampah di Ibu Kota. Sebab, selama ini DKI hanya mengandalkan TPST Bantargebang sebagai lokasi akhir pembuangan sampah.

"Kalau saya pribadi menganggap ini proyek pesimis ini ITF Sunter ini. Bukan proyek optimis begitu digadang-gadang masyarakat Jakarta akan mengurangi sampah, sekitar 2.000-3.000 ton per hari, yang notabene kita ada produksi sampah 8.000 ton yang dikirim ke Bantargebang. Itu bisa membantu apalagi kalau 6 wilayah bisa terwujud," ujarnya.

Dia lantas meminta supaya proyek ITF itu dihentikan saja. Apabila konstruksi tak segera dimulai hingga masa jabatan Anies berakhir.

"Kita perlu kenyataannya saja, ada ITF yang terbangun sudah 4 tahun dari penunjukan 2014 sampai hari ini cuma penunjukan beauty contest saja. Makanya barangkali melalui kesempatan ini, kita ultimatum saja ketua, sampai gubernur berakhir masa periodenya tidak terwujud apa yang direncanakan, ini bubar saja, Pak," tegasnya.

(taa/idn)