Asing Diminta Bantu Rehabilitasi dan Rekonstruksi Yogya Saja

Asing Diminta Bantu Rehabilitasi dan Rekonstruksi Yogya Saja

- detikNews
Senin, 05 Jun 2006 14:40 WIB
Jakarta - Pemerintah RI meminta negara-negara asing mengirimkan bantuan non tanggap darurat. Bantuan diharapkan yang menyangkut rehabilitasi dan rekonstruksi. Ini dilakukan menyusul selesainya masa tanggap darurat dan sikap pemerintah yang menghentikan bantuan relawan asing ke lokasi gempa di Yogya."Kita sudah instruksikan semua perwakilan, bahwa disarankan pada suatu negara yang akan memberikan bantuan difokuskan tahapan rekonstruksi dan rehabilitasi," kata Sekjen Deplu Imron Cotan.Imron menyampaikan hal itu di sela menerima bantuan dari Dubes Maroko untuk RI Abderrahmane Drissi Alami di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta, Senin (5/6/2006).Saat ini sudah ada 50-an negara yang menyampaikan komitmen untuk membantu. Di antara 50 negara itu sudah ada yang terealisasikan uangnya."Sudah mengalir, tapi tolong tanya Bakornas, karena yang menghimpun bantuan G to G adalah Bakornas," katanya.Mengenai jumlah relawan yang ada di Yogya dan Jawa Tengah, ia menyebutkan ada sekitar 1.000 orang lebih.Para relawan ini diberikan visa on arrival untuk jangka waktu sebulan dan akan diperpanjang tergantung apakah mereka dibutuhkan atau tidak."Kita memberikan visa 1 bulan, tapi extendible. Kita berikan visa itu saat di Yogya," katanya.Sementara Dubes Maroko yang mewakili 16 negara-negara di Timur Tengah menyerahkan bantuan secara simbolik kepada Imron. Namun ia enggan menyebutkan jumlah bantuan tersebut."Kita tidak mau memberikan angka. Itu tidak penting tapi poinnya adalah solidaritas kita," kata Abderrahmane Drissi Alami.Dia menambahkan bantuan itu merupakan inisiatif pribadi para dubes yang ada di Jakarta untuk menggalang dana di negaranya masing-masing. (umi/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait