Standar Kelulusan Siswa Yogya-Jateng Tak Diturunkan
Senin, 05 Jun 2006 14:26 WIB
Jakarta - Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) tidak menurunkan standar nilai kelulusan Ujian Nasional (UN) bagi para siswa korban bencana gempa di Yogya dan Jateng."Nggak. Nggak ada (penurunan standar). UN sudah ada sebelum gempa. Jadi tidak ada masalah," kata Mendiknas Bambang Sudibyo di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (5/6/2006). Namun ditegaskannya, pelaksanaan UN harus disesuaikan dengan kondisi di lokasi terjadinya bencana. Keputusan ada di tangan masing-masing Dinas Pendidikan kota atau kabupaten terkait.Bambang mencontohkan, hari ini ada sejumlah sekolah yang menggelar UN. Meski pun para siswa harus harus mengerjakannya soal-soal yang diberikan di dalam tenda-tenda. Namun untuk lokasi yang tidak memungkinkan sama sekali, tidak perlu memaksanakan diri menggelar UN. Nilai penentuan kelulusan bisa diambil dari nilai siswa yang telah terkumpul selama ini."Kalau bisa dilaksanakan (UN) silakan, tapi tidak harus dipaksakan. Karena proses pembelajaran sendiri sudah hampir selesai, dan murid sudah punya banyak nilai yang bisa digunakan untuk penentuan kelulusan," imbuh Mendiknas.Foto:Siswa SD peserta UN di Yogyakarta terpaksa lesehan karena sekolahnya ambruk.
(nrl/)











































